Menu

Mode Gelap

Headline

Tiga Hari Peringatan Gerebek Suro di Dusun Gambang, Puncak Acara Beri Santunan 70 Dhuafa dan 23 Yatim

badge-check


					Ngaji Bareng serta penyerahan santunan kepada 70 warga dhuafa dan 23 yatim, merupakan puncak acara meriah selama tiga hari di dusun Gambang, Gudo, Jombang. Foto: Kredonews.com/ Ipong Dwicahyono Perbesar

Ngaji Bareng serta penyerahan santunan kepada 70 warga dhuafa dan 23 yatim, merupakan puncak acara meriah selama tiga hari di dusun Gambang, Gudo, Jombang. Foto: Kredonews.com/ Ipong Dwicahyono

Penulis: Ipong D Cahyono   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-  Ngaji Bareng dirangkai dengan  penyerahan santunan kepada 70 warga dan 23 anak yatim, merupakan puncak acara peringatan Gerebek Suro yang dilaksanakan selama tiga hari, di dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, kecamatan Gudo, kabupaten Jombang, Minggu 20 Juli 2025.

Acara itu mendapat perhatian ratusan warga setempat diawali sholawatan, berlanjut doa bersama.
Panitia telah menyiapkan santunan kepada yatim dan dhuafa.

Santunan santunan diberikan kepada 23 anak yatim dan 70 dhuafa dari dusun Gambang saja.
Mereka mendapat bingkisan berupa: beras 2 kg, minyak goreng 1 Liter, mie instan, gula 1 Kg, 1 ekor ayam potong, serta uang tunai.

 

(Kiri) Kepala desa Plombon Gambang, Nur Wakit, (Kanan) Ketua Panitia acara Gus Ahmad Thosen. Saat memberikan sambutan acara Ngaji Bareng serta santunan kepada 70 dhuafa dan 23 yatim di dusun Gambang, desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang, Minggu 20 Juloi 2025. Foto: kredonew.com/Ipong D Cahyono

Adi Zakaria, wakil bendahara acara gerebek Suro Gambang, bahwa semua dana merupakan bantuan dari warga yang secara sukarela mengumpulan dana pada acara tiga hari gerebek Suro yang meriah itu. Uang santunan berasal dari iuran per RT dan donatur baik dari dusun Gambangan atau pun dari luar dusun, kata Adi.

Penyerahkan bantuan dimulai dari: ketua panitia Ahmad Thosem, kepala dusun Gambang Supi’i, ketua panitia kirab Sugianto, dan Ibu lurah Anik Nur Wakit.

Pada acara itu, ketua panitia Gerebek Suro Gambang 2025, Ahmad Thosem, mengucapkan terima kasih atas seluruh partisipasi warga Gambang, yang telah menyukseskan acara selama tiga hari berturut, mulai Jumat 18 Juli acara bersih desa melibatkan sekitar 300 pemilik rumah.

Warga ibu-ibu secara kyusuk mengikuti acara Ngaji Bareng di dusun Gambang, sebagai puncak acara gerebek Suro, Minggu 20 Juli 2025. Foto: kredonews.com/Ipong D Cahyano

Selanjutnya, acara kirab diikuti enam RT, dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Juli, melibatkan ratusan warga, diikuti enam delegasi dari setiap RT 01-06 wilayah dusun Gambang. Warga telah membuat sebanyak sembilan gunungan yang dijadikan pesta rebutan oleh para penonton.

Kepala Desa Plumbon Gambang, Nur Wakit memuji acara itu bisa terselenggara dengan baik, aman dan penuh kebahagiaan, “Yang penting kita terus bersatu, gotong royong, guyub rukun. Selalu bersama menjaga keamanan,” katanya.

Seni hadrah turut memeriahkan acara sholawatan puncak acara Gerebek Suro di dusun Gambang, Jombang, Minggu 20 Juli 2025. Foto: Kredonews.com/Ipong D Cahyono

Dia menyatakan bahwa acara ini memang secara khusus diselenggarakan oleh warga dusun Gambang, yang julahnya sekitar 1400 jiwa, terdiri dari sekitar 400 rumah. “Sudah dua tahun terakhir ini mereka menyelenggarakan acara ini.

“Semoga tahun depan kita bisa melaksanakan secara lebih besra dan meriah,” kata Nur Wakit. Dia menambahkan desa Plumbon Gambang telah penyiapkan kepanitiaan untuk menyelenggarakan acara  menyambut dan memeriahkan HUT ke-80 RI.

Di akhir acara peringatan Gerebek Suro, itu dilaksanakan  mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Nur Roihan Ahmad Al Hafidz dari Perak Jombang.

Desa Plumbon Gambang termasuk desa yang sudah dikenal oleh masyarakat nasional maupun internasional, karena di desa itu sejak 1978 sudah memliki keahlian sebagai perajin manik-manik.

Hasil karya manik-manik dari desa itu sudah dipasarkan ke Bali, Sumatera, Kalimantan, NTT, Maluku. Sedangkan pasaran terbanyak luar negeri dari India, Malaysia, Vitenam, bahkan hingga ke Eropa dan Amerika.

Jangan heran, dari desa Plumbon Gambang, sudah ada tujuh peneliti internasional yang melakukan riset kehebatan teknik perajin manik-manik desa itu dan telah diterbitkan dalam buku lux, edisi internasional baik berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

15 Pos Polisi di Surabaya-Sidoarjo Rusak dan Dibakar Massa dalam Demo Semalam

30 Agustus 2025 - 11:43 WIB

Satu Minggu Demo Perlawanan Rakyat dari Tolak Fasilitas DPR, Hostum hingga Aksi Solidaritas

30 Agustus 2025 - 10:29 WIB

Besok, Hari Terakhir Program Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim

30 Agustus 2025 - 09:45 WIB

Polres Jombang Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama Bersama Ratusan Ojol

30 Agustus 2025 - 09:23 WIB

Indonesia Mencekam! Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar Terjadi Pembakaran

30 Agustus 2025 - 01:11 WIB

Forum Rakyat Jombang Desak Bupati Warsubi Batalkan Kenaikan Pajak

29 Agustus 2025 - 23:48 WIB

Manik-manik Plumbon Gambang, Cor Mojotrisno dan Batik Jombang Dipamerkan di Expo CBD Tangerang

29 Agustus 2025 - 22:01 WIB

SMPN 15 Surabaya Bekali Siswa Pengetahuan Bahaya Narkoba

29 Agustus 2025 - 21:54 WIB

Peringati HUT ke-80 Kejaksaan Ziarah ke TMP, Andi Wicaksono: Wujudkan Keadilan

29 Agustus 2025 - 20:06 WIB

Trending di Headline