Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, SURABAYA-Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani menjadi wakil pertama Indonesia yang berhasil melaju ke babak delapan besar usai melibas wakil tuan Rumah, Tomoka Miyazaki.
Putri KW bersua dengan unggulan keenam di partai match 7 babak 16 besar, pada kamis 17 Juli 2025 di Tokyo Metropolitan Gymnasium.
Ia menuntaskan duel dengan kemenangan dua set langsung 21-17, 21-14.
Putri KW mengawali laga cukup baik. Ia sukses mencetak empat poin beruntun.
Meski, lawan sempat memangkas jarak, Polwan ini mampu mempertahankan keunggulan hingga 11-5 saat interval pasca pukulan akurat depan net gagal dikembalikan Miyazaki.
Selepas jeda, Putri KW melesat. Ia mendulang rentetan poin. Sementara, Miyazaki justru lebih sering melakukan kesalahan sendiri.
Putri KW berhasil memperlebar jarak delapan 8 angka, sebelum MIyazaki menipiskan jarak. Namun, wakil Merah Putih tetap konsisten dan mengunci set pertama dengan keunggulan 21-17.
Set kedua tersaji lebih alot. Miyazaki tampil lebih agresif. Skor sempat menempel 6-6 dan 7-7, sebelum Putri mencetak empat poin beruntun menjelang interval menjadi 11-7.
Miyazaki sempat berupaya mengejar, namun Putri berhasil menjaga jarak dan mempertahankan keunggulan.
Tunggal putri nomor 11 dunia itu segera menutup set kedua dengan skor 21-14.
Hasil ini membawa Putri KW melenggang ke babak perempat final sekaligus menjaga asa tunggal putri di Japan Open 2025.
Jafar/Felisha Terhenti
Di sisi lain, pasangan ganda campuran Jafar/Felisha tak mampu mengikuti jejak gemilang Putri KW. Meski sempat memberikan harapan dengan kemenangan di gim pertama, mereka akhirnya menyerah setelah melalui pertarungan tiga gim melawan pasangan Malaysia.
Pada gim pertama, Jafar/Felisha tampil tangguh dan berhasil unggul 21-17. Namun dominasi mereka goyah di gim kedua, di mana pasangan Chen/Toh mulai menemukan ritme permainan. Alhasil, ganda Indonesia harus menyerah 16-21.
Gim ketiga menjadi titik balik yang menyakitkan. Jafar/Felisha tampak kesulitan mengimbangi pola permainan cepat dan tekanan yang dilancarkan lawan. Kekalahan 12-21 di gim penentu memupuskan asa mereka untuk melaju lebih jauh di Japan Open 2025.***