Menu

Mode Gelap

Headline

Sekolah Rakyat Jombang Beroperasi 14 Juli 2025, Warsubi Teken MoU dengan Menteri Sosial

badge-check


					Bupati Jombang Warsubi teken kerja sama dengan Kementrian Sosial dalam penyelenggaraan sekolah rakyat, yang mulai beropreasi 14 Juli 2025. Foto: Jombangkab.co.id Perbesar

Bupati Jombang Warsubi teken kerja sama dengan Kementrian Sosial dalam penyelenggaraan sekolah rakyat, yang mulai beropreasi 14 Juli 2025. Foto: Jombangkab.co.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Bupati Jombang, H. Warsubi menghadiri langsung penandatanganan perjanjian pinjam pakai barang milik daerah dan barang milik universitas, di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Juni 2025.

Bupati Jombang, Warsubi, telah menandatangani MoU Sekolah Rakyat dengan Kementerian Sosial RI pada 10 Juli 2025 di Jakarta, menandai komitmen dan kesiapan Kabupaten Jombang dalam mendukung program nasional ini.

Jombang termasuk dalam 19 lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur yang akan diluncurkan serentak secara nasional pada 14 Juli 2025. Lokasi di Jombang menggunakan Gedung SKB Mojoagung sebagai fasilitas sementara, pada lahan  lahan 5,2 hektare yang disiapkan untuk pembangunan gedung permanen

Penandatanganan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan bahwa penanganan fakir miskin dan anak telantar adalah amanat konstitusi, sebagaimana diatur Pasal  31 ayat (1) dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945.

Landasan ini diperkuat oleh UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin dan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang mewajibkan negara hadir untuk menjamin pendidikan layak bagi warga miskin.

“Program Sekolah Rakyat hadir untuk menjawab kenyataan bahwa masih ada sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum pernah sekolah atau putus sekolah,” ujarnya.

Dengan Sekolah Rakyat, lanjut dia, negara menyiapkan fasilitas pendidikan terpadu berasrama, lengkap dengan kebutuhan hidup, perlengkapan belajar, layanan kesehatan, bahkan pemetaan potensi bakat.

Mensos Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan fisik, tetapi rumah harapan bagi anak-anak Indonesia.

“Di negeri yang besar, anak-anak tidak boleh kecil impian hanya karena miskin orang tuanya. Negara boleh tidak mewariskan harta, tetapi tidak boleh gagal mewariskan harapan,” tegasnya.

Mensos saat itu melaksanakan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menandatangani dan mengawal langsung pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Jakarta.

Program ini merupakan inisiatif prioritas pemerintah yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan model sekolah berasrama yang sepenuhnya gratis untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Simulasi Sekolah Rakyat telah dilaksanakan di Sentra Handayani, Jakarta Timur, pada 9-10 Juli 2025. Simulasi ini menjadi langkah awal sebelum pembelajaran resmi dimulai pada 14 Juli 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf meninjau langsung proses simulasi dan menegaskan kesiapan Jakarta sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, siap beroperasi mulai 14 Juli 2025.

Sisanya, 37 titik lain akan menyusul pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025. Pemerintah menargetkan total 200 titik Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi strategi terpadu pemberdayaan keluarga miskin. Orang tua siswa akan mendapatkan pelatihan keterampilan, dukungan usaha produktif, hingga bantuan perbaikan tempat tinggal.

Pemerintah juga memastikan adanya cek kesehatan gratis bagi seluruh calon peserta didik sebelum masuk asrama.

Mensos Saifullah Yusuf secara aktif memberikan arahan kepada kepala daerah dan kepala sekolah terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jakarta. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan keberhasilan program ini.

Mensos Saifullah Yusuf telah menandatangani dan memastikan kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jakarta, sebagai bagian dari program nasional untuk memperluas akses pendidikan dan memberdayakan keluarga miskin secara menyeluruh.

Program ini akan mulai berjalan secara resmi pada pertengahan Juli 2025, dengan simulasi dan persiapan matang di berbagai lokasi, termasuk Jakarta. **

 

**

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Era Baru Hukum Pidana: Tidak Harus Berakhir di Penjara

26 Januari 2026 - 22:46 WIB

Ada di Lokasi Sebelum Lula Lahfah Meninggal, Polisi Periksa Reza Arap sebagai Saksi

26 Januari 2026 - 21:48 WIB

Kejaksaan Ringkus Buron 4 Tahun dari Jombang, Hariyono Jualan Pecel di Karawang

26 Januari 2026 - 20:22 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Residivis Curanmor, Sita 34 Barang Bukti Motor

26 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Hukum Hogi Minaya, Kajari Sleman Tempuh Jalur Restorativie Justice Sepakat Damai

26 Januari 2026 - 19:45 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementrian, Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Saya Jadi Petani Saja!

26 Januari 2026 - 18:52 WIB

Kabur Lompat Pagar 4 M, Tim Rutan Nganjuk Tangkap Kembali Napi Hairul Sembunyi di Tumpukan Jerami

26 Januari 2026 - 18:18 WIB

YLKI Soroti Risiko Skema Cicilan Tadpole

26 Januari 2026 - 17:46 WIB

Polisi Meringkus ASN Pemkab Gresik Pelaku Pelempar Bus Trans Jatim, karena Emosi Hampir Terserempet

26 Januari 2026 - 17:40 WIB

Trending di Headline