Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

WNI Asal Kediri Diduga Bundir di Bandara Incheon Korea Selatan

badge-check


					Penampakan Bandara Incheon Korsel Perbesar

Penampakan Bandara Incheon Korsel

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Bustanul Arifin (30), ditemukan tewas di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, pada Kamis (27/6).

Pria asal Kediri, Jawa Timur, yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor manufaktur itu diduga bunuh diri setelah melompat dari lantai 3 terminal keberangkatan.

Jenazah Bustanul tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Rabu (2/7) siang, dan langsung disambut oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding.

“Almarhum Bustanul saat kejadian sedang cuti dan akan pulang ke Indonesia ditemani seorang teman WNI juga,” kata Menteri Karding dikutip Liputan 6 saat memberikan keterangan resmi.

Menurut penuturan rekannya, peristiwa tragis ini terjadi saat mereka sedang melakukan proses check-in dan penyerahan bagasi untuk penerbangan pagi.

Saat itu, Bustanul berpamitan untuk merokok dan meninggalkan rekannya sejenak.

Tak lama kemudian, rekan tersebut mendapat kabar bahwa Bustanul jatuh dari pagar pembatas lantai 3 — tepat di area depan konter keberangkatan J — ke lantai dasar bandara.

Bustanul sempat dilarikan ke Rumah Sakit Inha University namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazah tidak menjalani autopsi, namun pihak kepolisian Korea Selatan masih melakukan penyelidikan terhadap insiden ini.

Dugaan sementara, Bustanul mengalami tekanan mental berat atau depresi. Informasi itu didapat dari keterangan teman kerja almarhum yang dimintai keterangan oleh polisi Korea.

“Pihak perusahaan mencermati mendiang Bustanul terlihat depresi, menyendiri, dan tidak banyak bergaul dengan rekan-rekan kerjanya,” ujar Karding.

Karena kondisi tersebut, perusahaan sempat menyarankan agar Bustanul mengambil cuti dan kembali ke Indonesia. Almarhum menerima saran itu dan dijadwalkan pulang, didampingi oleh seorang WNI lain yang bekerja di perusahaan berbeda.

Bustanul merupakan PMI dengan pengalaman cukup panjang di sektor manufaktur Korea Selatan.

Ia pertama kali berangkat ke Negeri Ginseng pada Maret 2018 dan bekerja hingga April 2022. Kemudian, pada Februari 2024, ia kembali ke perusahaan yang sama lewat skema re-entry dalam program penempatan Government to Government (G to G).

“Sebelum berangkat kembali, tidak ada tanda-tanda depresi. Bahkan, almarhum sangat ingin bekerja lagi di Korea,” pungkas Karding.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional