Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Dalai Lama Sebut Akan Reinkarnasi, tapi Tak Akan Lahir di China

badge-check


					Dalai Lama ke-14, Tenzin Gyatso Perbesar

Dalai Lama ke-14, Tenzin Gyatso

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Dalai Lama ke-14, Tenzin Gyatso, menegaskan bahwa dirinya akan bereinkarnasi dan meneruskan ajarannya. Ia menyinggung jiwa penerusnya tidak akan lahir di wilayah China dan menegaskan menolak campur tangan pemerintah Beijing dalam proses penentuan reinkarnasinya.

Dikutip dari Reuters (2/7), pernyataan itu disampaikan Dalai Lama melalui pesan video dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-90 di Dharamshala, India, yang dihadiri lebih dari 100 biksu berjubah merah marun, jurnalis internasional, serta pendukungnya termasuk aktor Hollywood, Richard Gere.

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi bahwa lembaga Dalai Lama akan berhenti setelah kematiannya.

“Saya menegaskan bahwa institusi Dalai Lama akan terus berlanjut,” ujarnya, seraya menyatakan bahwa lembaga nirlaba miliknya, Gaden Phodrang Trust, akan menjadi satu-satunya pihak yang berwenang menentukan reinkarnasinya–berkonsultasi dengan kepala tradisi Buddha Tibet.

“Mereka harus menjalankan prosedur pencarian dan pengenalan sesuai tradisi lama. Tidak ada pihak lain yang memiliki wewenang untuk mencampuri hal ini,” tambahnya.

Pernyataan Dalai Lama menjadi respons atas klaim pemerintah China yang menyatakan bahwa penerus Dalai Lama harus disetujui oleh Beijing dan ditentukan melalui ritual kuno, termasuk pengundian nama dari guci emas yang digunakan sejak era Dinasti Qing pada tahun 1793.

Kementerian Luar Negeri China, melalui juru bicaranya Mao Ning, menegaskan kembali bahwa identitas penerus harus disetujui China dan dilakukan di dalam negeri mereka. Beijing selama ini menganggap Dalai Lama sebagai separatis karena melarikan diri ke India pada 1959 setelah pemberontakan gagal di Tibet.

Gaden Phodrang Trust menyatakan bahwa hingga kini Dalai Lama belum mengeluarkan instruksi tertulis soal suksesi. Samdhong Rinpoche, pejabat senior lembaga tersebut, menambahkan bahwa penerus Dalai Lama bisa berasal dari kewarganegaraan mana pun dan berjenis kelamin apa saja. Ia juga menegaskan bahwa Dalai Lama masih dalam kondisi sehat dan proses pencarian belum dimulai.

Penpa Tsering, pemimpin Central Tibetan Administration (pemerintah Tibet di pengasingan) mengatakan Dalai Lama bersedia mengunjungi Tibet jika kondisi kesehatannya memungkinkan dan tidak ada larangan dari pihak China.

Ia juga menyebut AS–negara lain yang menyoroti sosok penerus Dalai Lama ke-14– telah mencabut sebagian pembatasan pendanaan untuk komunitas Tibet di pengasingan.

Washington sendiri secara terbuka berulang kali menyatakan komitmen untuk mendukung hak asasi warga Tibet. Sejumlah anggota parlemen AS juga menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan China mempengaruhi proses pemilihan reinkarnasi Dalai Lama.

Dalai Lama ke-14 lahir pada 6 Juli 1935 dengan nama Lhamo Dhondup dari keluarga petani di wilayah yang kini menjadi Provinsi Qinghai, China. Ia diidentifikasi sebagai reinkarnasi Dalai Lama saat berusia dua tahun oleh tim pencari berdasarkan beberapa tanda spiritual, termasuk penglihatan seorang biksu senior, sebagaimana dijelaskan di situs resmi Dalai Lama.

Kini, ia dikenal sebagai salah satu tokoh agama paling berpengaruh di dunia dengan pengikut yang melampaui lingkup agama Buddha. Ia dianugerahi Nobel Perdamaian pada tahun 1989 atas komitmennya terhadap perjuangan damai rakyat Tibet.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional