Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bantahan Nadiem Makarim Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook

badge-check


					Bantahan Nadiem Makarim Soal Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara terkait dugaan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022.

Kasus ini mencuat setelah Kejaksaan Agung menemukan dugaan pemufakatan jahat yang diarahkan melalui tim teknis untuk menyusun kajian pengadaan alat TIK dengan dalih kebutuhan teknologi pendidikan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menyebut kajian tersebut dijadikan dasar seolah-olah laptop berbasis Chrome OS adalah kebutuhan mendesak, meskipun uji coba 1.000 unit Chromebook pada 2019 menunjukkan hasil yang tidak efektif untuk pembelajaran.

Total anggaran program mencapai Rp9,9 triliun, terdiri atas Rp3,58 triliun dari dana di satuan pendidikan dan Rp6,399 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sejumlah properti milik staf khusus Nadiem — Fiona Handayani, Juris Stan, dan Ibrahim — telah digeledah.

Penjelasan Nadiem dalam Konferensi Pers

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/6), Nadiem menjelaskan bahwa pengadaan laptop merupakan bagian dari mitigasi risiko learning loss selama pandemi Covid-19. Ia menyebut Kemendikbudristek saat itu melakukan pengadaan 1,1 juta laptop, modem 3G, dan proyektor untuk lebih dari 77.000 sekolah selama empat tahun.

“Program pengadaan ini bertujuan memastikan pembelajaran tetap berlangsung serta mendukung peningkatan kompetensi guru dan pelaksanaan ANBK,” ujarnya.

Nadiem menegaskan semua kebijakan yang diambil selama menjabat mendikbudristek disusun dengan asas transparansi, keadilan, dan iktikad baik.

Mengapa Chromebook?

Menurut Nadiem, kajian internal Kemendikbudristek menyimpulkan Chromebook lebih murah 10–30 persen dibanding laptop dengan sistem operasi lain. “ChromeOS itu gratis, sedangkan OS lain berbayar dan bisa mencapai Rp1,5–2,5 juta,” jelasnya.

Ia juga menilai fitur pengendalian aplikasi di Chromebook bisa melindungi siswa dan guru dari konten negatif tanpa biaya tambahan. “Chromebook bisa digunakan secara offline, meski fiturnya terbatas,” tambahnya.

Nadiem menjelaskan uji coba Chromebook di daerah 3T dilakukan sebelum ia menjabat, sementara saat dirinya menjabat, pengadaan laptop tidak ditujukan untuk wilayah 3T.

“Sekolah yang menerima harus memiliki akses internet,” katanya.

Laptop Aktif Digunakan

Nadiem mengklaim program pengadaan laptop selama masa jabatannya telah dimanfaatkan sekolah untuk pembelajaran. Berdasarkan evaluasi pada 2023, sekitar 97 persen laptop aktif teregistrasi, dan 82 persen sekolah melaporkan laptop digunakan dalam proses belajar mengajar.

Melibatkan Banyak Lembaga

Nadiem mengaku terkejut program tersebut diusut Kejagung, mengingat proses pengadaan dilakukan dengan menggandeng berbagai lembaga negara seperti BPKP, Jamdatun, dan LKPP.

“Kami melibatkan Kejaksaan sejak awal untuk pendampingan. Bahkan KPPU juga dilibatkan agar tidak terjadi monopoli,” ujarnya.

Siap Bekerja Sama dengan Kejagung

Nadiem menyatakan siap mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan akan memberikan keterangan bila dibutuhkan.

“Saya percaya proses hukum yang adil akan memilah mana kebijakan yang dijalankan dengan iktikad baik dan mana yang menyimpang. Saya tidak pernah menoleransi praktik korupsi dalam bentuk apapun,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polres Jombang Kedepankan Pelayanan Humanis

20 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Berdialog, Kapolres Jombang Ajak Mahasiswa Jaga Kamtibmas

20 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Hari Purnomo: Koperasi di Jombang Tumbuh Jadi 1.020 Unit Volume Usaha Rp500 M, 164 UMK Naik Kelas

20 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Trending di News