Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Ayah Ibu Kerja di Pasar, Balita 3 Tahun Tewas Ditabrak KA Lepas Subuh di Rejotangan Tulungagung

badge-check


					Petugas kepolisian Tulungagung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya anak balita berusia, 3, di Rejotangan, akibat tertabrak KA Gajayana, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu 4 Juni 2025. Instagram@radiopatria Perbesar

Petugas kepolisian Tulungagung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya anak balita berusia, 3, di Rejotangan, akibat tertabrak KA Gajayana, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu 4 Juni 2025. Instagram@radiopatria

Penulis: Saifudin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TULUNGAGUNG- Seorang balita berusia 3 tahun di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Gajayana,  Rabu pagi pukul 05.30 wib, 4 Juni 2025.

Korban, berinisial AM (atau MASP dalam beberapa laporan), sedang bermain di dekat rel kereta api yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya saat kejadian.

Pada saat itu, orang tua korban sedang pergi ke pasar dan korban hanya ditinggal bersama kakaknya, yang diduga tidak mengawasi dengan ketat sehingga korban lepas dan bermain di rel. Nama ayah korban adalah AS (50 tahun) dan nama ibu korbanLL (48 tahun).

Keduanya merupakan warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, dan bekerja sebagai pedagang

Kereta Api Gajayana yang melaju dari arah barat (Tulungagung) menuju timur (Malang) menabrak korban sekitar pukul 05.30 WIB. Awalnya tadi, korban bermain seorang diri di tepi rel dekat Stasiun Rejotangan. Kemudian muncul KA Gajayana tujuan Malang dari barat ke timur sehingga menabrak korban.

Korban terpental sekitar 20 meter & meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di kepala.

Menurut Kasianto, saat kejadian, kedua orang tua korban sedang beraktivitas di pasar & korban dijaga oleh kakaknya. Diduga korban lepas dari pengawasan & akhirnya berjalan menuju rel. Jarak rumah dengan rel KA hanya sekitar 50 meter.

Orang tua korban langsung diberi kabar oleh warga sekitar & jenazah korban dibawa sendiri oleh ayahnya. Saat Tim Inafis Polres Tulungagung datang, jenazah korban sudah dimandikan oleh keluarga.

Tubuh korban terpental hingga sejauh 10-20 meter dan mengalami luka parah di kepala, sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Masinis kereta diduga tidak mengetahui insiden tersebut sehingga tidak menghentikan kereta, dan kejadian baru diketahui oleh petugas pemeriksa rel yang melapor ke polisi.

Keterangan dari pihak kepolisian diberikan oleh Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto (atau Kasyanto dalam beberapa sumber).

Ia menjelaskan kronologi kejadian, menyebutkan bahwa korban balita berinisial MA (atau MASP/MAF) sedang bermain di dekat rel kereta api tanpa pengawasan setelah orang tua pergi ke pasar dan hanya ditinggal bersama kakaknya.

AKP Kasianto juga menyatakan bahwa korban mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertabrak Kereta Api Gajayana.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut diketahui setelah petugas pemeriksa rel melaporkan insiden ke polisi.

Pihak kepolisian, melalui Polsek Rejotangan, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi jenazah korban balita yang tertabrak kereta api di desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepolisian juga mengungkapkan bahwa korban saat kejadian sedang bermain di pinggir rel dan tidak menyadari datangnya kereta api karena fokus bermain batu di sekitar rel. Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut untuk memastikan kronologi dan penyebab insiden.

Setelah kejadian, keluarga korban menolak proses visum dan langsung membawa jenazah untuk dimakamkan. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jenazah.

Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan tragis di pelintasan rel kereta api di wilayah tersebut, yang seringkali terjadi karena kurangnya pengawasan dan fasilitas keselamatan di perlintasan rel. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Meriah Mancing Bersama Forkopimpinda Jombang di Kolam Pemancing Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:40 WIB

Jenis PBX Finder, Tyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:43 WIB

Aktivis gerakan mantan BEM UGM, Tyo Ardianto temukan alat pelacak jenis PBX pada mobilnya setelah mendapat notifikasi pada ponselnya

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:31 WIB

Perluas Investasi, Warsubi Pimpin Forkopimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang

13 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di News