Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

China Berhasil Uji Coba Peluncuran dan Pendaratan Roket Vertikal di Laut Kuning

badge-check


					Roket Yuanxingzhe-1 (YXZ-1) diluncurkan dari platform terapung di Laut Kuning, mencapai ketinggian sekitar 2,5 kilometer sebelum melakukan pendaratan vertikal terkendali di air. Foto: China.com Perbesar

Roket Yuanxingzhe-1 (YXZ-1) diluncurkan dari platform terapung di Laut Kuning, mencapai ketinggian sekitar 2,5 kilometer sebelum melakukan pendaratan vertikal terkendali di air. Foto: China.com

Penulis: Jacobus E. Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA- Perusahaan Cina Space Epoch telah berhasil menyelesaikan pendaratan vertikal pendorong roket di laut untuk pertama kalinya. Mereka menunjukkan kemampuan melakukan lepas landas vertikal, pemadaman mesin, penurunan terkendali, dan pendaratan pendorong secara sukses di laut. Ini merupakan langkah besar dalam membangun sistem peluncuran antariksa yang rendah biaya dan dapat digunakan kembali.

Uji coba pendaratan pendorong roket Yuanxingzhe-1 oleh perusahaan Cina Space Epoch dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 4:40 pagi waktu setempat. Peluncuran dan pendaratan dilakukan dari platform terapung di lepas pantai Provinsi Shandong, di Laut Kuning.

Perusahaan Cina Space Epoch berhasil melakukan pendaratan pendorong roket di laut dengan melaksanakan serangkaian tahapan penerbangan yang kompleks dan terkendali.

Roket Yuanxingzhe-1 (YXZ-1) diluncurkan dari platform terapung di Laut Kuning, mencapai ketinggian sekitar 2,5 kilometer sebelum melakukan pendaratan vertikal terkendali di air.

Proses pendaratan ini melibatkan delapan fase berbeda, termasuk lepas landas vertikal, pemadaman mesin pada puncak lintasan, penurunan pasif, penyalaan ulang mesin saat turun, dan deselerasi akhir untuk mendarat dengan lembut di laut.

Roket menggunakan bahan bakar metana cair dan oksigen cair (methalox), serta konstruksi baja tahan karat yang memungkinkan pendaratan vertikal yang presisi dan dapat digunakan kembali.

Setelah mesin dimatikan sementara saat puncak penerbangan, mesin dinyalakan kembali untuk mengendalikan penurunan dan memastikan pendaratan yang stabil dan aman di laut, mirip dengan teknik pendaratan vertikal yang digunakan SpaceX pada roket Falcon 9.

Keberhasilan ini menandai terobosan besar dalam pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan ulang di China dan menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor luar angkasa komersial negara tersebut.

Teknologi roket Yuanxingzhe-1 (YXZ-1) yang digunakan oleh perusahaan Cina Space Epoch mendukung keberhasilan pendaratan di laut melalui beberapa inovasi kunci:

Roket ini menggunakan propulsi metana cair dan oksigen cair (methalox), yang memberikan efisiensi bahan bakar dan kemampuan pengendalian yang baik selama penerbangan dan pendaratan.

Struktur roket terbuat dari baja tahan karat berdinding tipis, yang memberikan kekuatan dan ketahanan terhadap korosi air laut, sekaligus memungkinkan pendaratan vertikal yang presisi dan dapat digunakan kembali.

Roket menjalani delapan fase penerbangan yang kompleks, termasuk lepas landas vertikal, pemadaman mesin di puncak lintasan, penurunan pasif, penyalaan ulang mesin untuk deselerasi akhir, dan pendaratan lembut di laut. Prosedur ini meniru teknik pendaratan vertikal yang telah digunakan oleh SpaceX pada roket Falcon 9.

Kombinasi desain bahan bakar, material konstruksi, dan kontrol penerbangan yang canggih memungkinkan roket untuk melakukan pendaratan terkendali di laut dengan stabil, menandai integrasi pertama China atas teknologi roket yang dapat digunakan kembali berbasis laut.

Keberhasilan teknologi ini menunjukkan kematangan teknis Space Epoch dalam mengembangkan sistem peluncuran yang hemat biaya dan dapat digunakan kembali, serta memperkuat posisi China dalam persaingan teknologi luar angkasa global. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RSKKA Kembali Melayari 4 Pulau Terluar Jatim, Layani Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit Katastropik

12 Juli 2026 - 22:28 WIB

Motor Melaju Kencang Menabrak Salon Kecantikan di Kintelan Mojokerto, Pardu Warga Diwek Meninggal Dunia

12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Suami Pamit Buang Air Kecil di Hutan Loa Janan Samarinda, 9 Jam Kemudian Muncul Dalam Kondisi Linglung

12 Juli 2026 - 19:28 WIB

Rumah Nenek Aida di Ploso Ludes Terbakar, 6 Ekor Anjing Tewas Terpanggang

12 Juli 2026 - 12:45 WIB

DPRD Jombang Bahas Utang Mbah Ngatini Rp25 Juta Bengkak Jadi Rp140 di Bank Jombang

12 Juli 2026 - 12:08 WIB

Menelisik Akar Terorisme (35): Revolusi tanpa Revolusi Teror

11 Juli 2026 - 22:11 WIB

381 Hari Hilang Tanpa Kabar, Polisi Ungkap Kendala Pencarian Mozza Axillia Gunarsa 

11 Juli 2026 - 21:02 WIB

Mozza Axillia Gunarsa_Semarang_Hilang_110726

Komjen Totok Suharyanto: Febrie Adriansyah Tersangka!

11 Juli 2026 - 18:36 WIB

OTT di Sukoharjo, KPK Tahan Etik Suryani serta Sita Uang dan Emas Total Rp 21 Miliar

11 Juli 2026 - 17:34 WIB

Trending di News