Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Polisi Bebaskan 4 Orang Korban Penyekapan di Kedung Anyar Surabaya, Juga Meringkus 3 Tersangka

badge-check


					AKP Agus Tri Subagio Kanit Reskrim Polsek Sawahan menangani dugaan kejahatan Tindak Pidana Perdaganagn Orang (TPPO). Selain membebaskan korban, polisi juga menangkap tiga tersangka pelaku penyekapan itu di Kedung Anyar, Surabaya. Instagram@suarasurabayamedia Perbesar

AKP Agus Tri Subagio Kanit Reskrim Polsek Sawahan menangani dugaan kejahatan Tindak Pidana Perdaganagn Orang (TPPO). Selain membebaskan korban, polisi juga menangkap tiga tersangka pelaku penyekapan itu di Kedung Anyar, Surabaya. Instagram@suarasurabayamedia

Penulis: Saifudin  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Polisi membebaskan empat orang pencari kerja, dua perempuan dan dua laki-laki, diduga menjadi korban penyekapan di sebuah rumah di Jalan Kedung Anyar II, Surabaya, pada Sabtu, 31 Mei 2025.

Kasus ini masusk dalam tindak kejahatan TPPO (Tindak Pidana Perdaganan Orang) dan kasus dilimpahkan ke Polrestabes Surabaya, diduga terkait TPPO.Para korban terdiri dari NS (47) asal Nganjuk, YY (22) asal Cirebon, R asal Sumenep, dan MF asal Cirebon.

Saat dikonfirmasi, AKP Agus Tri Subagio Kanit Reskrim Polsek Sawahan menerangkan, saat itu korban berhasil diamanan sedang berada di kamar lantai dua sebuah rumah di Jalan Kedung Anyar II, kedua perempuan itu dikunci di dalam kamar bersama dua laki-laki, yang juga diduga menjadi korban penyekapan.

“Di rumah itu, kami juga amankan satu orang perempuan yang diduga menjadi pelaku penyekapan,” terangnya ketika ditemui di Polsek Sawahan, Sabtu, 31 Mei 2025, seperti diwartakan akun instagram@suarasurabayamedia.

Sedangkan terduga pelaku lainnya, lanjut Agus, adalah sepasang suami-istri yang diamankan di sebuah rumah Jalan Kedung Anyar I. Sementara dua terduga korban perempuan merupakan pendatang dari Nganjuk dan Cirebon, yang berniat mencari kerja di Surabaya.

Saat ini, kasus dugaan penyekapan itu dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dua korban perempuan hendak dikirim ke Malaysia, sedangkan dua korban laki-laki dijanjikan pekerjaan di Batam, dengan iming-iming gaji Rp6 juta/ bulan namun dengan potongan gaji penuh selama tiga bulan pertama atau setengah gaji selama enam bulan, tanpa penjelasan jelas mengenai jenis pekerjaannya.

Kejadian bermula ketika dua korban perempuan tiba di Surabaya untuk mencari pekerjaan dan kebingungan di Terminal Bungurasih. Mereka kemudian ditawari pekerjaan oleh seseorang yang mengaku pengemudi taksi online.

Setelah itu, mereka dibawa ke rumah di Kedung Anyar dan dikunci di dalam kamar bersama dua korban laki-laki yang sudah lebih dulu berada di sana. Selama disekap, para korban tidak diizinkan keluar rumah maupun berkomunikasi dengan pihak luar; ponsel mereka juga disita.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil menghubungi Radio Suara Surabaya, yang kemudian meneruskan informasi ke Command Center Surabaya 112 dan akhirnya ke Polsek Sawahan. Polisi yang datang ke lokasi menemukan keempat korban dalam keadaan terkunci di kamar, namun tanpa luka fisik atau bekas penganiayaan.

Polisi mengamankan tiga terduga pelaku di dua lokasi berbeda. Satu perempuan berinisial L diamankan di lokasi penyekapan, sementara dua pelaku lainnya, pasangan suami istri berinisial I (istri) dan IZ (suami), ditangkap di rumah lain di Jalan Kedung Anyar I. Saat penangkapan, pasangan suami istri tersebut kedapatan sedang menggunakan narkoba, dan barang bukti narkoba juga diamankan.

Seluruh korban dan pelaku kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kasus ini diduga terkait dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), mengingat modus penawaran kerja ke luar negeri dan Batam dengan iming-iming gaji tinggi namun tanpa kejelasan pekerjaan.

Di Surabaya ada beberapa tempat tidak resmi untuk penyalurkan tenaga kerja pembantu rumah tangga, dan sudah berjalan lama. Para pancari kerja biasanya datang tidak membawa surat lengkap, mereka ditampung dan dilarang pergi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Seorang Warga China Ikrar Mualaf Dipimpin Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik

5 Juli 2026 - 11:20 WIB

Tarsipan dan Sinto Rela Menyemir Hitam Tubuhnya untuk Meriahkan Sedekah Desa Plumbon Gambang

5 Juli 2026 - 11:00 WIB

Tersangka Dana Hibah Pemprov Jatim Rp2,1 Triliun, Anwar Sadad Masih Duduk Tenang di Kursi DPR RI

4 Juli 2026 - 21:27 WIB

Menelisik Akar Terorisme (31): Masyarakat Nasionalis Dibentuk Seperti Militer

4 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pegadaian Besuki Salurkan Bantuan Bencana Banjir untuk SDN 1 Kalianget Situbondo

4 Juli 2026 - 19:25 WIB

Pitono Nugroho Nakhodai ICMI Jatim 2026–2031: Usung Tujuh Modal

4 Juli 2026 - 18:20 WIB

Anak Krakatau Meletus Semburkan Awan Panas 400 M, Hindari Jarak Radius 2 Kilometer

4 Juli 2026 - 13:41 WIB

Akun Gaya Hidup Pejabat: Instagram@cabinetcouture_idn Diblokir atas Permintaan Komdigi

4 Juli 2026 - 12:51 WIB

Saksi Fakta Dosen Non-ASN di MK, Dr Cenuk Lulusan Australia Dapat Gaji Total Rp4 Juta/ Bulan

4 Juli 2026 - 10:47 WIB

Trending di News