Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Balita M Syawali Hilang Misterius, Basarnas dan BPBD Hentikan Pencarian di Sungai Hingga PLTU Grati

badge-check


					Tim Basarnas dan BPBD Pasuruan menghentikan pencarian balita M Syawali, 2,5 tahun, setelah selama tujuh hari  belum ditemukan. Bocah ini hilang tanggal 19 Mei 2025, diduga tercebu sungai sungai Gembong, kota Pasuruan, tetapi tidak saksi mengetahui hal itu bocah itu tercebur ke sungai. Instagram@yoiki_pasuruan Perbesar

Tim Basarnas dan BPBD Pasuruan menghentikan pencarian balita M Syawali, 2,5 tahun, setelah selama tujuh hari belum ditemukan. Bocah ini hilang tanggal 19 Mei 2025, diduga tercebu sungai sungai Gembong, kota Pasuruan, tetapi tidak saksi mengetahui hal itu bocah itu tercebur ke sungai. Instagram@yoiki_pasuruan

Penulis: Yoli Andi Purnomo   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PASURUAN- Sudah tujuh hari Basranas dan BPBD Pasuruan melakukan pencarian bocah M. Syawali (2,5 tahun) yang hilang di Sungai Gembong, Pasuruan, namun hingga saat ini masih belum ditemukan.

Peristiwa ini terjadi sejak 19 Mei 2025, pihak Basarna dan BPBD menyatakan menghentikan pencarian, setelah tujuh hari pencarian intensif tanpa hasil.

Operasi SAR yang melibatkan sekitar 50 personel dari tim SAR gabungan, BPBD Kota Pasuruan, Basarnas, relawan, dan Babinsa telah menyisir area mulai dari lokasi kejadian di Sungai Gembong hingga muara sungai, termasuk menyisir ke arah barat sampai Sungai Tlocor di Sidoarjo dan ke timur sampai PLTGU Grati, serta pencarian di laut, namun balita tersebut belum ditemukan.

Kejadian bermula ketika M. Syawali dititipkan oleh ibunya kepada penjual sayur saat ibunya hendak buang air besar di pinggir Sungai Gembong. Namun, balita tersebut tidak mau dititipkan dan mengikuti ibunya ke arah sungai. Setelah ibunya kembali, balita sudah tidak ada di tempat semula dan diduga hanyut ke sungai.

Menurut Kepala BPBD Kota Pasuruan, Ary Wikiono, pencarian dihentikan sesuai prosedur Basarnas yang menetapkan pencarian korban hilang dihentikan jika dalam tujuh hari belum ditemukan. Namun, komunikasi tetap dibuka jika ada informasi baru terkait keberadaan balita tersebut.

Pada pagi hari Senin, 19 Mei 2025, M. Syawali bersama ibunya, Ita, berencana berbelanja di Gang 17, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Dalam perjalanan, ibu Syawali merasa sakit perut dan memutuskan untuk buang air besar (BAB) di sekitar aliran Sungai Gembong.

Sebelum pergi ke sungai, ibu menitipkan Syawali kepada seorang penjual sayur di teras rumah warga di dekat lokasi.

Pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan, BPBD Kota Pasuruan, Basarnas, relawan, dan warga dengan menyisir sungai dari lokasi kejadian hingga muara, serta ke arah barat sampai Sungai Tlocor di Sidoarjo dan ke timur sampai PLTGU Grati, termasuk pencarian di laut.

Setelah tujuh hari pencarian intensif tanpa hasil, operasi SAR dihentikan pada 26 Mei 2025 sesuai prosedur Basarnas, namun komunikasi tetap dibuka jika ada informasi baru. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Meriah Mancing Bersama Forkopimpinda Jombang di Kolam Pemancing Keplaksari Peterongan

14 Juni 2026 - 14:40 WIB

Jenis PBX Finder, Tyo Ardianto Temukan Alat Pelacak di Mobilnya

14 Juni 2026 - 08:43 WIB

Aktivis gerakan mantan BEM UGM, Tyo Ardianto temukan alat pelacak jenis PBX pada mobilnya setelah mendapat notifikasi pada ponselnya

Menelisik Akar Terorisme (17): Dituduh Sebarkan Epidemi, 50.000 Warga Yahudi Dibantai di Burgundi

13 Juni 2026 - 20:31 WIB

Perluas Investasi, Warsubi Pimpin Forkopimda Jombang Kunjungan ke PT Camino dan Cheil Jedang

13 Juni 2026 - 16:21 WIB

Trending di News