Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Vitamin Alami Dalam Kemasan vs Vitamin Sintetis, Ternyata Beda

badge-check


					Vitamin Alami Dalam Kemasan vs Vitamin Sintetis, Ternyata Beda Perbesar

Penulis: Jayadi | Penulis: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, FORD AVENUE– Dipasaran banyak sekali berbagai produk vitamin, namun lebih dari 98% suplemen di pasaran berasal dari nutrisi sintetis. dan jarang vitamin berbasis alami (natural)

Apa itu nutrisi alami dan sintetis?

Nutrisi alami mencakup vitamin, mineral, antioksidan, dan senyawa bermanfaat lainnya yang secara alami terdapat dalam makanan utuh.

Proses ekstraksinya biasanya melibatkan penggilingan atau pengejusan, lalu dikeringkan menjadi bubuk untuk dibuat kapsul atau tablet.

Sebaliknya, nutrisi sintetis dibuat melalui reaksi kimia di laboratorium untuk meniru struktur senyawa alami.

Perbedaan antara vitamin alami dan sintetis

Vitamin sintetis umumnya sulit diserap tubuh dan efeknya lebih lemah dibandingkan vitamin alami. Dalam jangka panjang, konsumsi vitamin sintetis bisa menyebabkan efek samping.

dr. Berg, lulusan sekolah chiropraktik, penulis puluhan buku termasuk jurnal ilmiah, menjelaskan bahwa banyak orang menyangka vitamin sintetis sama saja dengan yang alami, padahal kenyataannya berbeda jauh, terutama dari segi manfaat kesehatan.

Baca juga: Bedanya Tes DNA Legal vs Non Legal, Untuk Mengetahui Sang Ayah

Baca juga: Bongkar Rahasia yang Paling Diinginkan Wanita dari Pria, Bukan Makhluk Rumit

Baca juga: Bukan Herbal, 10 Makanan Ini Bisa Meningkatkan Aliran Darah ke Penis

Tiga alasan mengapa vitamin alami lebih baik

1. Lebih efektif diserap tubuh
Vitamin alami lebih mudah diserap karena mengandung ko-faktor (seperti asam amino atau mineral) yang membantu penyerapan. Vitamin sintetis diproduksi tanpa ko-faktor, sehingga penyerapannya buruk dan sering kali harus diberikan dalam dosis tinggi.

2. Bebas dari zat tambahan buatan
Vitamin sintetis biasanya mengandung bahan tambahan seperti pewarna, pemanis, dan pengawet. Vitamin alami cenderung lebih murni dan bebas dari kontaminan seperti logam berat atau minyak bumi.

3. Risiko efek samping lebih rendah
Tanpa zat buatan juga bisa menimalisir risiko efek samping, vitamin alami menghindarkan hipervimitaninosis yang berbahaya bagi penderita hati.

Contoh Vitamin Alami

Vitamin alami yang terbuat dari sumber nabati, hewani, atau mineral. Namun, sebelum dimasukkan ke dalam botol suplemen, mereka menjalani pemrosesan dan pemurnian yang signifikan.

Contohnya vitamin D dari ekstrak minyak hati ikan, vitamin E dari minyak nabati, dan beta-karoten alami. vitamin A berasal dari ekstrak hati sapi atau ayam.

Adakalanya ketika vitamin ditandai “alami”, vitamin hanya mencakup 10% bahan yang berasal dari tumbuhan atau hewan alami. 90% lainnya bisa jadi sintetis. masing masing negara punya aturan yang berbeda terhadap pelabelan ini, jadi perhatikan.

Pertimbangkan label GMP pada produk yang memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan sesuai standar yang ditetapkan. GMP juga membantu perusahaan mengurangi pemborosan sumber daya dan waktu dalam proses produksi.

Apakah aman mengonsumsi vitamin sintetis?

Pada pemakaian jangka panjang ketergantungan pada vitamin sintetis bisa menyebabkan kekurangan nutrisi penting karena penyerapannya buruk.

Selain itu, proses pembuatannya menggunakan bahan kimia keras yang tidak aman dikonsumsi manusia Penelitian juga menemukan bahwa suplemen sintetis bisa mengandung logam berat, pestisida, minyak bumi, hingga zat beracun seperti PCB dan dioksin.

Paparan bahan tersebut jangka panjang terhadap zat ini dapat memicu gangguan saraf, hormon, hati, kekebalan tubuh, hingga meningkatkan risiko kanker.

Dr. Thiel menegaskan bahwa banyak vitamin sintetis diproduksi di luar negeri dengan standar yang beragam, dan konsumen tidak tahu pasti kualitas atau keamanan produk tersebut.

Contoh vitamin sintetis

Berikut ini adalah daftar berbagai vitamin sintetis yang sesuai dengan bentuk alaminya:

Vitamin A. Retinoid sintetis seperti retinil asetat atau palmitat

Vitamin B1 atau tiamin. Tiamin hidroklorida atau tiamin mononitrat

Vitamin B2 atau riboflavin. Riboflavin sintetis

Vitamin B3 atau niasin. Niasin sintetis yang dibuat menggunakan formaldehida dan amonia

Vitamin B5 atau asam pantotenat. Pantotenat sintetis sebagai garam kalsium atau natrium

Vitamin B6 atau piridoksin. Piridoksin hidroklorida sintetis

Vitamin B9 atau folat. Asam pteroilglutamat

Vitamin B12. Sianokobalamin dibuat dengan memfermentasi vitamin B12 dengan sianida

Vitamin C. Asam askorbat sintetis tanpa bioflavonoid

Vitamin D. Vitamin D3 sintetis

Vitamin E atau tokoferol. Tokoferol all-rac sintetis

Vitamin H atau biotin. Biotin sintetis yang terbuat dari asam fumarat

Vitamin K. Dihidro-vitamin K yang diproses selama hidrogenasi minyak.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Trending di Life Style