Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Niatnya Diet, Namun Pemanis Sukralosa Malah Tingkatkan Rasa Lapar

badge-check


					Ilustrasi Sukralosa Perbesar

Ilustrasi Sukralosa

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, NEWYORK: Sukralosa adalah pemanis buatan tanpa kalori yang memiliki tingkat kemanisan 600 kali lebih tinggi dibandingkan gula biasa. Pemanis ini sering digunakan sebagai alternatif bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula.

Dalam kehidupan sehari-hari, sukralosa banyak ditemukan pada berbagai produk makanan dan minuman. Misalnya, pemanis dalam kopi atau teh berlabel rendah kalori (“zero sugar”), minuman bersoda diet atau produk dengan klaim “less sugar”.

Selain itu, sukralosa juga digunakan dalam makanan ringan atau camilan dengan label “sugar-free” serta kue dan biskuit yang diklaim aman bagi penderita diabetes (“diabetic-friendly”).

Keunggulan lain dari sukralosa adalah ketahanannya terhadap panas, sehingga dapat digunakan dalam proses memasak atau memanggang. Pemanis ini juga telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat.

Baca juga: Update Kasus Lisa dan Ridwan Kamil: Kedua Pihak Siap Tempuh Jalur Hukum

Baca juga: Alasan Kedelai, Tempe Tahu Beserta Turunannya Berbahaya untuk Kucing

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sukralosa sebagai pengganti gula dapat memengaruhi aktivitas otak. Pemanis ini diketahui dapat meningkatkan rasa lapar, yang berisiko menyebabkan peningkatan konsumsi kalori dalam jangka panjang.

Menurut laporan Medical Daily pada Kamis (27/3), studi yang diterbitkan di Nature Metabolism meneliti efek sukralosa terhadap rasa lapar dengan mengamati aktivitas otak di hipotalamus—bagian otak yang berperan dalam mengatur nafsu makan dan berat badan—pada 75 peserta.

Dalam penelitian ini, peserta diminta mengonsumsi air, minuman manis dengan sukralosa, atau minuman yang dimaniskan dengan gula biasa. Setelah itu, mereka menjalani pemindaian MRI, tes darah, dan uji tingkat rasa lapar.

Hasil MRI menunjukkan bahwa konsumsi sukralosa meningkatkan aktivitas otak dan memengaruhi cara hipotalamus berkomunikasi dengan bagian otak lainnya. Dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi gula, peserta yang mengonsumsi sukralosa cenderung merasa lebih lapar.

Tes darah juga mengungkapkan bahwa sukralosa tidak dapat meningkatkan kadar hormon penting seperti insulin dan glucagon-like peptide 1 (GLP-1), yang berfungsi memberikan sinyal kenyang. Hormon-hormon ini membantu tubuh menyampaikan pesan ke otak bahwa kalori telah dikonsumsi, sehingga rasa lapar berkurang.

“Namun sukralosa tidak memiliki efek itu dan perbedaan respons hormon terhadap sukralosa dibandingkan dengan gula bahkan lebih jelas pada peserta dengan obesitas,” ujar Dr. Kathleen Alanna Page, profesor kedokteran di Keck School of Medicine sekaligus penulis korespondensi dalam studi ini.

Lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa otak manusia mengaitkan rasa manis dengan peningkatan energi. Namun, karena sukralosa tidak mengandung kalori, lonjakan energi yang diharapkan tidak terjadi.

Ketidaksesuaian ini dapat mengganggu sinyal lapar otak, sehingga memicu dorongan makan yang lebih kuat dan perubahan pola konsumsi makanan.

“Jika tubuh Anda mengharapkan kalori karena rasa manis, tetapi tidak mendapatkan kalori yang diharapkan, hal itu dapat mengubah cara otak dipersiapkan untuk menginginkan zat tersebut dari waktu ke waktu,” jelas Dr. Page.

Saat ini, penelitian lanjutan sedang dilakukan untuk memahami lebih dalam dampak pemanis bebas kalori terhadap perkembangan otak anak-anak dan remaja, yang merupakan kelompok konsumen utama gula dan pemanis buatan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Modal Miliaran Jadi Triliunan, Intip Kesuksesan Bisnis Skincare Zhang Ziyi

26 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Trending di Life Style