Menu

Mode Gelap

News

6000 Penyinstas HIV, Dinkes Malang Maximalkan Mobile VCT dan Konseling HIV

badge-check


					6000 Penyinstas HIV,  Dinkes Malang Maximalkan  Mobile VCT dan Konseling HIV Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, MALANG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengoptimalkan layanan mobile voluntary counseling and testing (VCT) untuk mempercepat penanganan kasus HIV. Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, Jumat, menyebut layanan tersebut bergerak ke titik-titik yang ditentukan melalui koordinasi dengan komunitas.

“Adanya layanan ini, kami berharap penyintas bisa terlayani dengan baik. Karena HIV ini kan pengobatannya selamanya,” ujar dr. Husnul. Selain layanan bergerak, Dinkes juga memperluas cakupan VCT ke seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kota Malang.

VCT adalah layanan konseling dan tes HIV yang bersifat sukarela bagi masyarakat, baik untuk pencegahan maupun akses pengobatan. Sebelum tes, warga menjalani sesi konseling dengan tenaga medis agar proses pemeriksaan berjalan informatif dan sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini juga diarahkan untuk pengendalian dan penekanan angka kasus HIV di Kota Malang.

Dari laman Antara, Sepanjang 2025, tercatat sekitar 300 kasus HIV terdeteksi di Kota Malang, mayoritas pada kelompok usia produktif.

Menurut dr. Husnul, peningkatan kasus banyak berkaitan dengan faktor gaya hidup, termasuk pada populasi laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).

Secara kumulatif, layanan kesehatan di Kota Malang baik di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas lain pernah menangani hampir 6.000 penyintas HIV.

Komposisi pasien yang mendapat layanan kesehatan di Kota Malang cukup beragam. Sekitar 70 persen berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan.

Sementara 30 persen lainnya merupakan warga asli Kota Malang. “Pasien yang datang ini beragam, banyak juga dari kalangan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda,” tambahnya.

Program mobile VCT di Kota Malang, sebagaimana model kolaborasi di Puskesmas Janti, menyasar kelompok berisiko, di antaranya pengguna narkoba suntik (penasun), pelanggan pekerja seks, waria, pasangan berisiko tinggi, LSL, lesbian, dan kelompok rentan lainnya.

Layanan bergerak ini dijalankan tiga kali dalam setahun bekerja sama dengan lembaga pendamping, salah satunya LSM Sadar Hati, yang menaungi komunitas penasun.

Dinkes berharap akselerasi layanan mobile VCT dan perluasan fasilitas deteksi dini dapat menekan angka kasus, sekaligus mempersempit ruang penyebaran HIV di Kota Malang.

STOP HIV/AIDS sejak dini!

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Pasuruan Dorong Petani Kelola Greenhouse Melon dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

30 November 2025 - 11:45 WIB

Ayah Kandung Jaminkan Anak untuk Utang Rp 25 Juta di Gresik, Kini Dikembalikan ke Ibu Kandung di Tasikmalaya

30 November 2025 - 00:04 WIB

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

29 November 2025 - 23:23 WIB

Korupsi Rp 16,6 Miliar, Kejaksaan Enrekang Menahan Empat Mantan Pengurus BAZNAS

29 November 2025 - 22:56 WIB

Elon Musk Beri Langganan Gratis Starlink Sampai Desember di Wilayah Indonesia Terdampak Banjir

29 November 2025 - 22:31 WIB

98 Korban Jiwa Banjir Bandang di Padang Panjang, 2 Prajurit TNI dan Satu Polri Ditemukan Tewas

29 November 2025 - 21:57 WIB

Lapar Ekstrem di Tapteng, Warga Korban Banjir Bandang Menjarah Puluhan Minimarket dan Distribusi Logistik BNPB

29 November 2025 - 20:46 WIB

Alat Berat Ditimbun Pasir, Satgas PKH Babel Sita 76 Ekskavator dan 300 Ponton di Babel

28 November 2025 - 22:34 WIB

Kerugian Ditaksir Rp 200 M, Jaksa Tahan 6 Tersangka Korupsi Pengerukan Kolam Retensi PT Pelindo 3

28 November 2025 - 22:03 WIB

Trending di Headline