Menu

Mode Gelap

Headline

46 Orang Kaya Indonesia Borong Obligasi Patriot Bond Danantara Rp 51.75 Triliun

badge-check


					Inilah sebagian dari 46 orang kaya di Indonesia yang mendapat privelege untuk membeli obligasi strategis Patriot Bond Danantara, ditawarkan hanya sebanyak Rp 50 triliun, namun terjual hingga Rp 51 triliun lebih. Foto: tiktok.com@doktor.riyan Perbesar

Inilah sebagian dari 46 orang kaya di Indonesia yang mendapat privelege untuk membeli obligasi strategis Patriot Bond Danantara, ditawarkan hanya sebanyak Rp 50 triliun, namun terjual hingga Rp 51 triliun lebih. Foto: [email protected]

Penulis: Jacobus E. Lato     |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menawarkan obligasi strategis Patriot Bond,  senilai Rp 50 triliun melalui mekanisme private placement khusus ditawarkan kepada konglomerat dan kelompok usaha besar di Indonesia, bukan untuk investor ritel.

Daftar investor Patriot Bond yang beredar mencatat ada 46 konglomerat Indonesia yang membeli dengan total nilai mencapai Rp 51,75 triliun per September 2025.

Daftar ini memuat nama-nama besar seperti Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma, Franky Widjaja, Boy Thohir, Edwin Soeryadjaya, dan Low Tuck Kwong yang masing-masing membeli sekitar Rp 3 triliun. Nama lain yang juga masuk antara lain Tomy Winata, Hilmi Panigoro, James Riady, Sukanto Tanoto, Eddy Sariaatmadja, Gunawan Lim, dan Sjamsul Nursalim.

Ringkasnya, meskipun ada daftar berisi 46 konglomerat yang disebutkan sebagai investor Patriot Bond dan nilai totalnya telah melampaui Rp 50 triliun, Danantara belum merilis daftar resmi dan menegaskan bahwa informasi tersebut belum diumumkan secara formal.​

Mohamad Al-Arief, Managing Director Global Relations and Governance Danantara, menjelaskan tentang Patriot Bond pada beberapa kesempatan resmi yang termuat dalam keterangan pers Danantara pada akhir September hingga awal Oktober 2025.

Salah satu pernyataan resminya dirilis pada 30 September 2025 dan 2 Oktober 2025, di mana ia menegaskan bahwa Patriot Bond bersifat sukarela (voluntary) dan penerbitannya dilakukan lewat mekanisme private placement yang tidak ditawarkan kepada publik secara luas.

Pernyataan tersebut diberikan sebagai tanggapan atas kabar beredarnya daftar 46 konglomerat yang disebut menjadi investor Patriot Bond, dengan penegasan bahwa informasi tersebut belum merupakan data resmi dari Danantara.

Al-Arief juga menegaskan bahwa Patriot Bond adalah instrumen yang bertujuan mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia dengan prinsip partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama.

Obligasi ini bertujuan memperkuat kemandirian pembiayaan nasional dengan dana yang digunakan untuk proyek transisi energi, terutama pemanfaatan limbah menjadi energi (waste-to-energy), serta memperluas basis pembiayaan domestik. Imbal hasil yang ditawarkan berada di kisaran 2% dengan tenor 5 dan 7 tahun.

Makna Patriot Bond adalah instrumen partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama, yang mengajak pelaku usaha nasional berkontribusi dalam pembangunan lintas generasi sekaligus memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Model ini serupa dengan instrumen obligasi yang sudah sukses di berbagai negara, seperti Jepang dan Amerika Serikat, untuk pembiayaan nasional yang stabil dan berkelanjutan.

Tujuan Patriot Bond

Tujuan penerbitan Patriot Bond oleh Danantara adalah untuk memperkuat kemandirian pembiayaan nasional Indonesia dengan menyediakan sumber dana jangka menengah hingga panjang yang stabil.

Dana yang dihimpun melalui instrumen ini akan digunakan untuk mendukung proyek-proyek strategis seperti transisi energi, khususnya pemanfaatan limbah menjadi energi (waste-to-energy), serta memperluas basis pembiayaan domestik untuk pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, Patriot Bond bertujuan membuka ruang bagi kelompok usaha nasional, khususnya konglomerat, untuk berkontribusi secara sukarela dan bertanggung jawab pada agenda pembangunan lintas generasi yang berkelanjutan dan inklusif.

Ini mencakup memastikan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan nasional yang jangka panjang.

Instrumen ini juga dianggap memberikan peluang investasi yang aman sekaligus berdampak positif bagi ekonomi nasional, dengan prinsip gotong royong dan tanggung jawab bersama sebagai nilai dasar yang ditanamkan dalam skema ini.

Patriot Bond merupakan bagian dari strategi besar “Indonesia Inc.” untuk mendanai proyek bernilai tambah tinggi serta mengatasi tantangan struktural ekonomi seperti pengelolaan sampah dan kebutuhan energi masa depan.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di News