Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

384 Anak Putus Sekolah SMP, Wor Windari: Penyebab Utama Ekonomi Keluarga

badge-check


					Pendidik merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejauh ini di di Jombang masih tercatat 383 anak putus sekolah tingkat pertama (SM) dan tidak melanjutkan pendidikan formal. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Pendidik merupakan sistem untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejauh ini di di Jombang masih tercatat 383 anak putus sekolah tingkat pertama (SM) dan tidak melanjutkan pendidikan formal. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Persoalan anak putus sekolah (APS) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur masih menjadi perhatian serius sepanjang tahun 2025.

Ratusan anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat tidak melanjutkan pendidikan formal, atau putus sekolah meski pemerintah daerah telah menggulirkan berbagai program pendukung pendidikan.

Berdasarkan E-Book Profil Pendidikan Kabupaten Jombang, dari total 73.843 penduduk usia 13–15 tahun, sebanyak 384 anak atau sekitar 0,52 persen tercatat mengalami putus sekolah di jenjang SMP.

Data tersebut mencakup siswa yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta didik, namun tidak menuntaskan masa belajarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Wor Windari, melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMP Disdikbud Jombang, Iswahyudi Hidayat, menyebut keterbatasan ekonomi keluarga masih menjadi penyebab utama anak putus sekolah di Jombang.

“Alasannya beragam, tetapi yang paling dominan adalah faktor ekonomi. Sekolah memang tidak memungut biaya, namun kebutuhan penunjang pendidikan tetap memerlukan pengeluaran,” kata Iswahyudi, Minggu 28 Desember 2025.

Selain persoalan ekonomi, dinamika keluarga juga turut memengaruhi keberlangsungan pendidikan anak. Tidak sedikit siswa yang akhirnya berhenti sekolah karena harus membantu orang tua bekerja atau terdampak masalah rumah tangga.

“Ada yang ikut orang tua bekerja, ada juga yang terdampak perceraian orang tua. Kondisi itu membuat anak tidak kembali ke sekolah,” jelasnya.

Iswahyudi menambahkan, fenomena anak putus sekolah di Jombang umumnya terjadi di tengah masa pendidikan SMP, bukan pada masa transisi dari SD ke SMP.

“Kebanyakan berhenti saat proses belajar masih berjalan, bukan karena tidak mendaftar sejak awal,” ujarnya.

Untuk menekan angka APS di Jombang, Disdikbud telah melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi pentingnya pendidikan, pemberian seragam gratis, hingga pengusulan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, sekolah juga diwajibkan aktif melakukan pendampingan terhadap siswa yang mulai jarang hadir di kelas.

“Jika ada siswa yang lama tidak masuk, guru harus mendatangi rumahnya. Pendekatan dilakukan terus selama masih ada peluang agar anak mau kembali mengikuti pembelajaran,” kata Iswahyudi.

Namun, ia mengakui upaya tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sebagian anak memilih menolak kembali bersekolah, sementara lainnya mengikuti orang tua pindah tempat tinggal tanpa pemberitahuan resmi, sehingga menyulitkan proses pendataan.

Meski demikian, Disdikbud Jombang menegaskan komitmennya untuk memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.

“Selama masih ada kemauan dari anaknya, kami siap membantu. Prinsipnya, jangan sampai ada anak di Jombang yang kehilangan hak memperoleh pendidikan,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Trending di News