Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijya
KREDONEWS.COM, KEDIRI-Jembatan Lama Kediri di Jawa Timur merupakan jembatan suspensi tertua di dunia. Jembatan ini juga merupakan jembatan besi tertua di Indonesia.
Dibangun tahun 1883, jembatan yang melintang sepanjang Sungai East itu, disebut sebagai salah satu jembatan suspensi tertua di dunia. Lebig tua Jembatan Brooklyn di Amerika Serikat (AS).
Jembatan Brawijaya lama atau yang dikenal Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri, ini menjadi jembatan suspensi tertua di dunia.
Diresmikan pada Maret 1869, Jembatan Brawijaya lama atau jembatan lama adalah jembatan dengan konstruksi besi tertua di Indonesia.
Dilansir laman resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jembatan lama Brawijaya ini memiliki usia jauh di atas Jembatan Brooklyn di AS. Jembatan Brooklyn rampung dibangun pada tahun 1883, sementara jembatan lama Brawijaya selesai dibangun pada tahun 1869.
Jembatan lama dibangun oleh seorang insinyur Belanda bernama Sytze Westerbaan Muurling, pada tahun 1836. Jembatan sepanjang 160 meter dan lebar 5,8 meter ini dibangun dengan teknologi canggih pada masanya.
Hal itu pun tertuang di dalam buku Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek, di mana Pemerintah Kolonial Belanda meresmikannya sebagai jembatan jalan raya atau Groote Postweg pada 18 Maret 1869.
Menurut sejarah, jembatan ini dibangun sebagai upaya Pemerintah Belanda, untuk memulihkan perekonomian mereka.
Terlebih pasca-kekalahan mereka dalam perang Jawa pada tahun 1830. Untuk itu, dibentuklah wilayah residen-residen di Jawa sebagai bentuk ekspansi, salah satu residen yang dibentuk adalah di Kediri.
Kediri menjadi salah satu residen, karena wilayah ini dipandang memiliki potensi yang sangat besar. Selain wilayahnya yang subur, Kediri juga pernah menjadi pusat kerajaan terbesar.
Hanya saja, karena wilayah Kediri terbelah oleh Sungai Brantas, Pemerintah Belanda pun merasa perlu membangun sebuah jalan penghubung atau jembatan. Jembatan ini diharapkan dapat memudahkan pemulihan perekonomian mereka.
Seorang penggagas dan penelusur kisah jembatan lama, Imam Mubarok, mengatakan untuk mewujudkan keinginan itu, maka dibangunlah jembatan tersebut. Konstruksi jembatan yang dibangun juga tidak serta merta terbuat dari besi.
“Pembangunan jembatan ini butuh waktu lama dan bertahap. Tidak langsung dibuat dengan konstruksi besi, namun dibuat dari konstruksi kayu terlebih dahulu (1835),” ujarnya.
Pemerintah Belanda pun berupaya, agar konstruksi jembatan ini pas dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Akhirnya seorang insinyur asal Belanda Sytze Westerbaan Muurling, membuat rancangan jembatan dengan konstruksi dari besi dan menjadikan jembatan lama sebagai jembatan besi pertama di Indonesia.***











