Menu

Mode Gelap

Headline

Sawah Jadi Lautan di Ngusikan Jombang Mengundang Wisatawan Dadakan untuk Selfie

badge-check


					Begini warga masyarajat di sekitar Ngusikan Jombang menjadi lokasi sawat yang terendam banjir jadi tontonan. Seidkitnya di Ngsikan ada 17 ha swah berubah jadi pantai, akibat terendam hujan. Foto: kredoneww.com/ elok apriyanto Perbesar

Begini warga masyarajat di sekitar Ngusikan Jombang menjadi lokasi sawat yang terendam banjir jadi tontonan. Seidkitnya di Ngsikan ada 17 ha swah berubah jadi pantai, akibat terendam hujan. Foto: kredoneww.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Air banjir yang merendam lahan pertanian di Dusun Ketapangrejo, Desa Ketapangkuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial.

Genangan air yang meluas di area persawahan ini bahkan disebut menyerupai pantai, sehingga menarik perhatian warga.

Fenomena banjir di Ngusikan Jombang tersebut menggenangi sekitar 17 hektare lahan sawah. Alih-alih sepi, lokasi ini justru ramai dikunjungi warga yang datang untuk bersantai, berfoto, hingga menikmati suasana senja di tepian genangan air.

Salah satu pengunjung, Radit (30), mengaku tertarik datang karena suasana di lokasi yang sejuk dan terbuka untuk umum.

“Suasananya enak, sejuk. Gratis juga,” ujarnya, Kamis 15 Januari 2026.

Radit mengatakan, dirinya mengetahui keberadaan lokasi tersebut dari video banjir sawah Jombang yang beredar luas di media sosial.

“Saya tahunya dari media sosial, videonya viral. Makanya saya ke sini pengin lihat langsung,” katanya.

Meski ramai dikunjungi, sejumlah warga mengaku prihatin dengan dampak banjir terhadap petani.

Eko (25), salah satu pengunjung, mengatakan bahwa keindahan pemandangan tidak menutupi kerugian besar yang dialami petani.

“Kasihan petani sebenarnya. Berapa hektare sawah mereka yang kena banjir ini, pasti sangat rugi,” ucapnya.

Kerugian tersebut dirasakan langsung oleh petani setempat. Andi (38), petani di Dusun Ketapangrejo, mengungkapkan bahwa banjir membuat lahan miliknya gagal panen.

“Lahan saya dua hektare, habis kena banjir. Rugi semuanya. Sudah tidak bisa diharapkan lagi,” ungkap Andi.

Ia memperkirakan total kerugian yang dialaminya nyaris mencapai Rp10 juta. “Kerugian kira-kira mencapai puluhan juta rupiah,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Perayaan 115 ASN Purna Bhakti, Bupati Warsubi: Regenerasi Birokrasi Wajar demi Keberlanjutan

16 April 2026 - 16:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:12 WIB

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

16 April 2026 - 15:54 WIB

Trending di News