Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Jembatan sungai Marmoyo yang menghubungkan Dsn. Dukuh dan Dsn. Sidokaton di Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang, dilaporkan mulai retak oleh warga sekitar pada Jumat, 9 Januari 2026.
Jembatan ini menjadi akses utama bagi warga setempat, khususnya anak-anak sekolah, dan kondisinya dikhawatirkan karena daerah tersebut rawan banjir. Belum ada laporan resmi respons pemerintah terkait keretakan ini hingga 10 Januari 2026.
Laporan itu muncul seperti diungkap dalam akun instagram@wargajombang, Jumat 9 Januari 2026, tampak ada rekahan di ujung jembatan.
Jembatan di wilayah Kecamatan Kudu, termasuk di Desa Sidokaton, pernah rusak akibat banjir sungai Marmoyo pada 2019, menyebabkan beberapa jembatan putus atau miring.
Pemkab Jombang sempat gagal lelang perbaikan hingga tiga kali pada 2025, sehingga proyek tertunda.
Rencana Perbaikan
Pemerintah Kabupaten Jombang merencanakan pembangunan jembatan baru di area Kudu mulai pertengahan 2026, dengan anggaran sekitar Rp3 miliar, meski fokus utama pada jembatan lain seperti Kudubanjar. Perencanaan teknis ditargetkan selesai Februari-Maret 2026, konstruksi Mei-Juni 2026.
Kecamatan Kudu di Jombang memiliki beberapa jembatan penting yang sering dilaporkan rusak atau putus akibat banjir, meski jumlah pastinya tidak disebutkan secara eksplisit dalam laporan terkini.
Berita menyebutkan setidaknya tiga jembatan di wilayah ini yang putus dan tidak dapat diperbaiki pada 2025, termasuk Jembatan Kudubanjar dan jembatan sungai Marmoyo di Desa Sidokaton.
Jembatan Rusak Terkonfirmasi
-
Jembatan Kudubanjar (Desa Kudubanjar): Putus sejak 2019, kini jembatan darurat swadaya.
-
Jembatan sungai Marmoyo (Dsn. Dukuh-Sidokaton, Ds. Sidokaton): Mulai retak per 9 Januari 2026.
Warsubi Cek Jembatan
Bupati Jombang H. Warsubi melakukan peninjauan langsung ke jembatan di wilayah Kecamatan Kudu pada Rabu, 31 Desember 2025. Kunjungan ini difokuskan pada Jembatan Dusun Banjarejo di Desa Kudubanjar, yang putus sejak 2019 akibat banjir dan enceng gondok.
Bupati Warsubi didampingi Asisten, kepala OPD terkait, Camat Kudu, dan Kepala Desa Kudubanjar Kuswanto. Saat itu, ia mengevaluasi jembatan swadaya darurat warga (panjang 27 meter, lebar 1,2 meter) yang hanya muat roda dua.
Warsubi menjanjikan jembatan permanen baru senilai Rp3 miliar dari APBD 2026, dengan rentang 27 meter dan lebar 4 meter untuk roda empat. Perencanaan teknis ditargetkan selesai Februari-Maret 2026, konstruksi mulai Mei-Juni. **






