Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Warga Gorontalo Utara Temukan Ikan Coelacanth, Disebut Fosil Hidup Sebelum Dinosaurus

badge-check


					Nelayan lokal, Gorontalo Utara, Oskar Kaluku menemukan seekor ikan purba Coelacanth di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara pada 16 Januari 2025. akun facebook@nuning lamola Perbesar

Nelayan lokal, Gorontalo Utara, Oskar Kaluku menemukan seekor ikan purba Coelacanth di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara pada 16 Januari 2025. akun facebook@nuning lamola

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GORONTALO– Seekor ikan purba Coelacanth, spesies yang berusia lebih tua dari dinasourus ditemukan oleh nelayan lokal di Desa Imana, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Sulawesi.

Dilansir dari mongabay.id, dari penemuan ini menunjukkan spesimen tersebut belum jelas akan diserahkan ke institusi kelautan lokal atau ke Universitas Sam Ratulangi. Beruntung, kabar terbaru mengungkapkan bahwa ikan tersebut telah diamankan oleh peneliti setempat agar tidak dikonsumsi.

Menurut Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gema Wahyudewantoro mengatakan jika ikan tersebut adalah ikan purba.

“Diduga ikan ini hidup di zaman sebelum dinosaurus, awalnya ditemukan di perairan Komoro, Latimeria chalumnae, tapi setelah diteliti lebih lanjut itu jenis berbeda, yaitu Latimeria menadoensis di perairan Manado,” jelas Bima dikutip dari Kompas.com, Sabtu, 19 Januari 2025.

Nelayan lokal Oskar Kaluku menemukan seekor ikan purba Coelacanth di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, 16 Januari 2025.

Ikan tersebut memiliki panjang 1 meter dan berat 41 kilogram. Penemuan ini menarik perhatian karena Coelacanth adalah spesies yang lebih tua dari dinosaurus dan sebelumnya dianggap punah.

Setelah penemuan tersebut, ikan ini diangkat ke perahu oleh Oskar menggunakan alat pancing yang disebut gancu. Warga desa terkejut melihat ikan itu, yang tidak mereka kenali sebelumnya.
Setelah ditimbang dan diperiksa, ikan tersebut dalam keadaan mati, dan segera dilaporkan kepada pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado untuk penelitian lebih lanjut
Peneliti dari Unsrat kemudian mengonfirmasi bahwa ikan yang ditemukan adalah Coelacanth, spesies yang dilindungi dan langka. Mereka segera membawa ikan tersebut untuk diawetkan dan melakukan penelitian lebih lanjut.
Ikan Coelacanth dikenal hidup di zaman Devonian, sekitar 416 hingga 359 juta tahun yang lalu, dan merupakan salah satu spesies ikan purba yang masih ada hingga kini.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Trending di News