Menu

Mode Gelap

Headline

Wakil Ketua DPRD Gus Sentot Imbau Bupati Jombang Lestarikan Rumah Kelahiran Bung Karno di Ploso

badge-check


					HM Syarif Hidayatullah, wakil ketua DPRD Jombang. Foto: instagram@gussentor.id Perbesar

HM Syarif Hidayatullah, wakil ketua DPRD Jombang. Foto: [email protected]

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur, M. Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot, mendorong ada langkah konkret untuk menyelamatkan rumah kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Politisi yang akrab disapa Gus Sentot itu berharap Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang bersama para pemerhati sejarah yang menelusuri sejarah kelahiran Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, dapat bertemu dengan Komisi D DPRD Jombang guna membahas penetapan status cagar budaya.

Hal itu disampaikan Gus Sentot usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Jombang, Jum’at (13/2/2026).
“Sedikit banyak berkoordinasi dengan teman-teman di Komisi D yang memang kompeten di bidang itu,” ujar Gus Sentot.

Menurutnya, koordinasi dengan Komisi D DPRD Jombang penting agar lembaga legislatif dapat mendorong Bupati Jombang segera memberikan perhatian terhadap keberadaan rumah kelahiran Bung Karno di Ploso.

“Harapan kami setelah ada koordinasi dengan Komisi D, kita bisa mendorong bupati, minimal ada perhatian dari bupati untuk masalah cagar budaya di Kabupaten Jombang, khususnya menyangkut rumah kelahiran Pak Karno,” tegasnya.

Gus Sentot menambahkan, persoalan penetapan rumah kelahiran Soekarno sebagai Cagar Budaya Jombang juga merupakan aspirasi masyarakat. Karena itu, pembahasan bersama DPRD dinilai sebagai langkah yang tepat.

“Apalagi nanti, bupati memutuskan pun tetap mendengarkan aspirasi masyarakat melalui wakil rakyat,” katanya.

Berdasarkan narasi sejarah yang dihimpun para penelusur sejarah serta Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, disimpulkan bahwa Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, lahir di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902. “Saat itu, wilayah Ploso masih masuk dalam Karesidenan Surabaya,” ucapnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah Jombang, Moch. Faisol, menegaskan bahwa agenda paling mendesak adalah penetapan situs rumah lahir Bung Karno sebagai Cagar Budaya melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang.

Menurutnya, penyelamatan situs sejarah tidak bisa dilakukan maksimal tanpa dasar hukum yang jelas.
“Penyelamatan situs rumah lahir Bung Karno bisa dilakukan setelah Bupati Jombang berani menetapkannya sebagai Cagar Budaya,” kata Faisol.

Ia mengungkapkan, kajian ilmiah berupa rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang telah diserahkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sejak akhir 2024. “Bupati Jombang menunggu apalagi?” ujarnya.

Faisol menilai, setelah penetapan resmi dilakukan, agenda pelestarian dan penyelamatan situs sejarah rumah kelahiran Bung Karno di Jombang akan lebih mudah dijalankan. “Termasuk dalam aspek perlindungan hukum dan pengembangan sebagai destinasi edukasi sejarah nasional,” pungkasnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Butuh Kesabaran Level Dewa, Petugas Dukcapil Temanggung Gunakan Sejuta Jurus agar Bisa Memotret ODGJ

3 April 2026 - 21:54 WIB

Wiku Diaz: Ini Komitmen Bupati Jombang, Langsung Bantu Warga Korban Puting Beliung

3 April 2026 - 20:45 WIB

Buruh soal Imbauan WFH: Beban Biaya Perusahaan Pindah ke Pekerja

3 April 2026 - 20:37 WIB

BNI Tutup Layanan Internet Banking 21 April, Ini Alternatifnya

3 April 2026 - 20:26 WIB

Tim BPBD dan Dinsos Jombang Turun ke Carangrejo: Kerja Bakti Perbaikan Jalan dan Serahkan Bantuan

3 April 2026 - 20:19 WIB

Sanksi Denda Telat Lapor SPT Pajak Dihapus

3 April 2026 - 20:14 WIB

Menteri PPA Kunjungi SR 08 Mojoagung: Anak Bukan Sekadar Belajar tapi Merasa Aman dan Nyaman

3 April 2026 - 19:53 WIB

Kejari Purworejo Lakukan Penggeledahan Tiga Kantor, Kasus Korupsi Mini Zoo Mangkrak Senilai Rp 9,6 Miliar

3 April 2026 - 12:01 WIB

Mahasiswa Rekam Dosen Fisip di Toilet Untirta Serang, Tertangkap Tangan Menangis Saat Diinterogasi

3 April 2026 - 11:51 WIB

Trending di News