Menu

Mode Gelap

Headline

Tradisi Grebeg Apem Jombang 2026 Meriah, Warga Berebut Ribuan Apem Sambut Ramadan

badge-check


					Warga masyarakat Jombang masih melestarikan tradisi Grebek Apem untuk menyongsong bulan ramadha. Kams, 12 Februari 2026, arak-arakan Grebek Apem dilaksanakan di alun-alum Jombang. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Warga masyarakat Jombang masih melestarikan tradisi Grebek Apem untuk menyongsong bulan ramadha. Kams, 12 Februari 2026, arak-arakan Grebek Apem dilaksanakan di alun-alum Jombang. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWW.COM, JOMBANG-  Ribuan warga memadati Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada Kamis (12/2/2026), untuk mengikuti tradisi Grebeg Apem Jombang 2026 dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi tahunan yang juga dikenal sebagai megengan Jombang ini berlangsung meriah. Rangkaian acara diawali dengan kirab apem dari Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menuju Alun-alun.

Arak-arakan semakin semarak dengan penampilan drum band dan tarian bernuansa Timur Tengah yang melambangkan suka cita menyambut Ramadan.

Peserta pawai didominasi siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang. Mereka berjalan beriringan mengawal gunungan serta tumpukan apem warna-warni yang menjadi simbol utama Grebeg Apem.

Setibanya di Alun-alun Jombang, sebanyak 15.752 apem yang dibentuk dalam 17 tumpeng disusun berjajar di tengah lapangan.

Namun sebelum sambutan resmi berakhir, warga yang telah memadati lokasi langsung berebut apem yang dibagikan panitia. Dalam hitungan menit, ratusan apem ludes di tangan masyarakat.

Bupati Jombang, Warsubi, mengatakan tradisi Grebeg Apem merupakan simbol kebersamaan dan budaya saling memaafkan menjelang Ramadan.

“Tradisi ini menjadi wujud kebahagiaan bersama sekaligus momentum mempererat silaturahmi masyarakat Jombang. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini,” ujar Warsubi.

Ia berharap tradisi megengan di Jombang terus dilestarikan sebagai warisan budaya daerah yang memperkuat persatuan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa umat Islam akan segera memasuki Ramadan 1447 Hijriah.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan yang dinantikan umat Islam. Kami mengajak masyarakat menyambutnya dengan suka cita serta mempersiapkan diri secara lahir dan batin,” tuturnya.

Warsubi juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman. Menurutnya, puasa menjadi sarana mendidik diri, mengendalikan hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Kita semua hari bahagia, karena kewajiban sebagai umat muslim, orang yang beriman, kita wajib menyambut Ramadan dengan hati yang gembira dalam menjalankan kewajiban berpuasa,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BI Resmi Buka Layanan Penukaran Uang Baru Lebaran 2026

13 Februari 2026 - 13:20 WIB

Pengurus Ponpes Mengeluh Ada Potongan 30 % Dana Pokir dari Dewan Jombang

13 Februari 2026 - 12:46 WIB

Manasik Haji 2026: Pemkot Mojokerto Pastikan Jamaah Berangkat Aman dan Nyaman

13 Februari 2026 - 12:45 WIB

Motor Jupiter Z Vs Elf di Ploso Jombang, Pengendara Motor dari Nganjuk Meninggal Dunia

13 Februari 2026 - 11:53 WIB

Pemkab Jombang Bersihkan Lahan 4 Ha di Karangpakis untuk Ruang Terbuka Hijau

13 Februari 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua DPRD Gus Sentot Imbau Bupati Jombang Lestarikan Rumah Kelahiran Bung Karno di Ploso

13 Februari 2026 - 11:04 WIB

Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Harga Ayam Broiler di Jombang Tembus Rp40.000/ Kg

13 Februari 2026 - 09:49 WIB

Pukul 07.42 Jumat Hari Ini, Semeru Erupsi Lagi Melempar Kolom Abu Setinggi 1000 M

13 Februari 2026 - 09:25 WIB

APSI Lamongan 2025–2030 Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Peran Vital Pengawas

13 Februari 2026 - 09:05 WIB

Trending di Nasional