Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Direktorat Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, melaksanakan pertemuan teknis Pendampingan Penguatan Dukungan Awal Psikologis Klinis dan Evaluasi Peer Support serta Dukungan Awal Psikologi Klinis pada Kamis, 20 November 2025, di Hotel Yusro, Jombang.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan teknis dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD Jombang, LKC Dompet Dhuafa, psikolog klinis RSU Hasyim Asyari, dan 34 penanggung jawab pelayanan kesehatan jiwa dari Puskesmas.
Mereka membahas indikator kinerja program, evaluasi capaian dukungan psikologis klinis, serta strategi peningkatan kapasitas kader dan stakeholder pelayanan
Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi kuantitatif dan kualitatif pelaksanaan peer support sebagai intervensi awal kesehatan jiwa masyarakat di wilayah kerja Kabupaten Jombang.
Kegiatan pendampingan ini menggunakan model kolaboratif antara Kementerian Kesehatan, LKC Dompet Dhuafa, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, sebagai rangkaian tindak lanjut dari program yang telah berjalan selama beberapa bulan, kata dr. Minerva, Ketua Tim Kerja saat membuka sesi.
Pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat (Community Mental Health Services) di Kabupaten Jombang telah diimplementasikan sejak 2014, berawal dari pendampingan Tim Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (TPKJI) Provinsi Jawa Timur.
Posyandu Kesehatan Jiwa (Poskeswa) merupakan wadah pelayanan terapi yang mengintegrasikan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara komunitas.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, Poskeswa berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan terapi berbasis masyarakat dengan dukungan lintas sektor perangkat daerah, yaitu Dinas Sosial, Dinas Peternakan, RSUD, dan Dinas Ketenagakerjaan yang menyesuaikan peran sesuai tupoksi masing-masing.
Dari sisi teknis manajemen program, Poskeswa melibatkan mekanisme koordinasi intersektoral dan keterlibatan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk kader kesehatan jiwa, fasilitator perawat kesehatan jiwa masyarakat, psikolog klinis, serta dokter umum yang mahir dalam bidang kesehatan jiwa.
Apresiasi juga diberikan pada integrasi model perawatan kesehatan jiwa tradisional dan khusus yang diwakili oleh Pondok Sunan Kalijogo Kesesmben, Kelompok Ibnu Rusydi Cukir, dan Griya Cinta Kasih Jombang, sebagai bagian dari model intervensi komprehensif. **
.







