Penulis : Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA– Perayaan tahun baru kali ini digelar sederhana sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Sumatera dan sejumlah daerah lain.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan doa bersama menjadi simbol kebersamaan warga dengan latar belakang keyakinan berbeda, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Khonghucu.
“Sejak lama saya sampaikan, di Surabaya pada malam tahun baru kita awali dengan doa lintas agama. Kita berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing. Setelah itu, silahkan ada kegiatan lain, tetapi tidak berlebihan,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).
Ia berharap doa bersama tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi refleksi diri warga Surabaya dalam memaknai pertambahan usia dan kontribusi bagi sesama.
“Introspeksilah di malam tahun baru. Setiap pergantian tahun, usia kita juga bertambah. Sudah sejauh mana kita bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Sebagai wujud kepedulian, Pemkot melarang penggunaan kembang api agar perayaan tidak berlebihan di tengah kondisi saudara sebangsa yang masih berjuang pascabencana.
“Kita ingin punya rasa empati. Saudara-saudara kita ada yang masih dalam kondisi sulit setelah bencana. Karena itu, kami melarang kembang api agar perayaan tidak berlebihan,” tegasnya.
Selain itu, larangan knalpot brong juga diberlakukan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Menurut Eri, sanksi sosial lebih efektif dibandingkan sanksi hukum. “Kalau masih ada yang menyalakan kembang api lalu viral, sanksi sosial itu jauh lebih berat. Masyarakat akan menilai sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi solidaritas warga Surabaya yang berhasil menghimpun donasi hampir Rp10 miliar dalam dua pekan terakhir.
“Ini menunjukkan kepedulian warga Surabaya sangat luar biasa. Karena itu, mari kita awali malam tahun baru dengan doa agar Surabaya dijauhkan dari bencana dan kita semua diberi keselamatan,” katanya.
Eri menutup dengan ajakan agar empati, rasa syukur, dan kepedulian menjadi fondasi membangun kota beradab. “Mari kita mulai tahun baru dengan hati nurani, empati, dan doa untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya.****






