Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- Camat Hariyanto bersama tim Dinas SDA PUPR Jombang dan BPBD, telah melakukan upaya awal penanggulangan dengan mengalihan debit air dari hulu sungai Waruturi, di dusun Karangasem, desa Karangdagangan kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang , Sabtu malam, 10 Januari 2026.
Tanggul yang sebelumnya diketahui ada rongga atau lubang sehingga aliran air dapat masuk. Sore ini jebol akibat semakin terkikis, jebolnya tanggul sekira lebar 2.5meter dan tebal tanggul 12 meter.
Kondisi debit sungai sangat tinggi saat kejadian. Beberapa pihak terkait dari perangkat desa, kecamatan, SDA PUPR Jombang dan BPBD Jombang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
Dilaporkan bahwa tanggul itu jebol, sejak sekitar pukul, 15.00 WIB. Sekitar 15.30, Babinkamtibmas dan Camat Bandarkedungmulyo, Harianto, tiba di lokasi. Melakukan pemeriksaan, serat melakukan koordinasi mengatasi jebolnya tanggul itu.
Setelah dilakukan koordinasi beberapa pihak upaya pengurangan atau pengalihan debit dari hulu Waruturi telah dilakukan. Sehingga aliran sungai akan berkurang.
Pengurangan aliran berhasil menstabilkan kondisi sementara, mencegah perluasan jebolan seluas 2,5 meter lebar dan 12 meter tebal tersebut. Tidak ada penutupan fisik tanggul yang dilaporkan hingga pukul 22:07 WIB, karena kejadian baru terjadi sore ini.
Perbaikan darurat kemungkinan segera digarap mengingat prioritas PUPR Jombang untuk tanggul jebol di wilayah rawan, meski detail teknis belum diumumkan. Situasi aman tanpa dampak pemukiman berkat saluran ke Sungai Dor.
Tanggul Sungai Waruturi di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, jebol pada Sabtu sore, 10 Januari 2026.
Kejadian ini dipicu oleh rongga pada tanggul yang memungkinkan air masuk, sehingga terkikis hingga jebol dengan lebar 2,5 meter dan tebal 12 meter akibat debit sungai yang sangat tinggi.
Perangkat desa, kecamatan, Dinas SDA PUPR Jombang, serta BPBD Jombang langsung meninjau lokasi dan berkoordinasi untuk mengurangi debit air dari hulu Sungai Waruturi. Upaya pengalihan aliran berhasil menurunkan debit sungai secara bertahap.
Tidak ada pemukiman warga yang terdampak karena air dari tanggul jebol mengalir langsung ke Sungai Dor melalui saluran di sampingnya. Situasi dilaporkan terkendali tanpa korban jiwa atau kerusakan signifikan pada infrastruktur sekitar.
Tanggul Sungai Waruturi di Karangdagangan, Jombang, baru jebol pada sore hari ini, 10 Januari 2026, sehingga perbaikan belum dimulai secara signifikan. Tim dari perangkat desa, kecamatan, Dinas SDA PUPR Jombang, dan BPBD Jombang telah melakukan peninjauan awal dan koordinasi untuk mengurangi debit air dari hulu sungai, yang berhasil menurunkan aliran secara bertahap.
Kondisi tanggul masih dalam tahap stabil sementara berkat pengalihan debit, dengan lebar jebol 2,5 meter dan tebal 12 meter akibat erosi dari rongga sebelumnya. Tidak ada laporan korban atau kerusakan pemukiman, karena air mengalir ke Sungai Dor melalui saluran existing.
Perbaikan kemungkinan akan segera digarap oleh Dinas SDA PUPR Jombang mengingat respons cepat mereka, meski detail jadwal belum tersedia pada pukul 22:06 WIB ini. Situasi dipantau ketat untuk mencegah perluasan longsor. **






