Menu

Mode Gelap

Headline

Sunscreen Berbahaya Karena Terserap Tubuh, Kok Bisa?

badge-check


					Sunscreen Berbahaya Karena Terserap Tubuh, Kok Bisa? Perbesar

Penulis: Jayadi | Penulis: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, NEW YORK– Karena tabir surya digunakan setiap hari seumur hidup, sehingga bahan-bahannya harus diuji dengan ketat untuk memastikan keamanannya. FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) mengevaluasi 16 bahan aktif tabir surya pada tahun 2021 dan menyimpulkan:

– Aman & Efektif (GRASE): Hanya seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida
– Tidak Aman: Aminobenzoic acid dan trolamine salicylate.
– Kurang Data Keamanan: 12 bahan lain, termasuk oxybenzone, octinoxate, homosalate, dan avobenzone.

Bahan-bahan tersebut masih diperbolehkan di AS sambil menunggu penelitian lebih lanjut.

Masalah Kesehatan yang Ditemukan

1. Penyerapan ke Tubuh:
– Bahan seperti oxybenzone, octocrylene, dan homosalate dapat masuk ke aliran darah dan bertahan berminggu-minggu.
– Terdeteksi di ASI, urine, dan darah.

2. Gangguan Hormon:
– Oxybenzone: Dikaitkan dengan penurunan testosteron pada remaja dan risiko endometriosis.
– Octinoxate: Memengaruhi hormon tiroid dan reproduksi.
– Homosalate: Di Eropa, batas amannya hanya 1,4%, tetapi di AS bisa sampai 15%.

3. Alergi dan Iritasi:
– Octocrylene dan avobenzone dapat memicu reaksi alergi.

4. Bahaya Lingkungan:
– Oxybenzone dan octinoxate merusak terumbu karang, sehingga dilarang di Hawaii dan beberapa negara.

5. Tabir surya tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah usia enam bulan.

FDA merekomendasikan agar bayi dijauhkan dari sinar matahari selama pukul 10 pagi dan 2 siang, dan menggunakan pakaian pelindung jika mereka harus berada di bawah sinar matahari.

Bayi memiliki risiko lebih besar daripada orang dewasa untuk mengalami efek samping tabir surya, seperti ruam. Perlindungan terbaik untuk bayi adalah menjauhkan mereka dari sinar matahari sepenuhnya. Tanyakan kepada dokter sebelum mengoleskan tabir surya kepada anak-anak di bawah usia enam bulan.

Untuk anak-anak di atas usia enam bulan, FDA merekomendasikan penggunaan tabir surya sesuai petunjuk pada label Fakta Obat.

Rekomendasi EWG

Pilih tabir surya mineral** dengan zinc oxide atau titanium dioxide.
Hindari
– Oxybenzone, octinoxate, homosalate, dan avobenzone.
– Tabir surya semprot (risiko terhirup).

Periksa label: Banyak merek di AS menggunakan bahan berisiko dengan kadar lebih tinggi daripada standar Eropa.

Daftar Merek Tabir Surya yang Dievaluasi

EWG menguji ratusan merek, termasuk:
– Aman : Badger, Blue Lizard, Thinkbaby.
– Perlu Diwaspadai : Neutrogena, Banana Boat, Coppertone (banyak mengandung bahan kimia berisiko).

Langkah FDA dan Eropa

– Eropa: Membatasi oxybenzone (max 2,2%) dan homosalate (max 1,4%).
– AS : Belum ada pembatasan ketat. FDA meminta data tambahan.

Kesimpulan

Gunakan tabir surya fisik (mineral), hindari bahan kimia berisiko, dan selalu periksa panduan EWG untuk pilihan terbaik.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengurus Ponpes Mengeluh Ada Potongan 30 % Dana Pokir dari Dewan Jombang

13 Februari 2026 - 12:46 WIB

Tradisi Grebeg Apem Jombang 2026 Meriah, Warga Berebut Ribuan Apem Sambut Ramadan

13 Februari 2026 - 12:09 WIB

Motor Jupiter Z Vs Elf di Ploso Jombang, Pengendara Motor dari Nganjuk Meninggal Dunia

13 Februari 2026 - 11:53 WIB

Pemkab Jombang Bersihkan Lahan 4 Ha di Karangpakis untuk Ruang Terbuka Hijau

13 Februari 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua DPRD Gus Sentot Imbau Bupati Jombang Lestarikan Rumah Kelahiran Bung Karno di Ploso

13 Februari 2026 - 11:04 WIB

Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Harga Ayam Broiler di Jombang Tembus Rp40.000/ Kg

13 Februari 2026 - 09:49 WIB

Pukul 07.42 Jumat Hari Ini, Semeru Erupsi Lagi Melempar Kolom Abu Setinggi 1000 M

13 Februari 2026 - 09:25 WIB

Bisma Arya Pelajar SMPI Roushon Fikr Jombang Raih Juara I Lomba Fotogarfi

12 Februari 2026 - 23:24 WIB

Disambut Sholawat di SidangTipikor, Khofifah: Bantah Isi BAP Kusnadi, Tidak Terima Fee Pencairan Dana Hibah

12 Februari 2026 - 18:50 WIB

Trending di Headline