Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie PhD, mengaku prihatin terhadap tingginya angka pengangguran.
Namun ia menilai persoalan itu bukan semata karena minimnya lapangan pekerjaan, melainkan adanya ketimpangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Dalam dialog dengan pimpinan sejumlah perusahaan besar, Stella menemukan bahwa latar belakang jurusan bukan faktor utama.
“Kami butuh orang yang bisa dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan,” kata Stella menirukan para direktur perusahaan tersebut.
Dunia usaha, menurutnya, lebih menghargai individu yang adaptif, mau terus belajar, mampu bekerja dalam tim, serta terampil mengelola waktu.
“Akar persoalan terletak pada ketidaksesuaian antara keterampilan tenaga kerja nasional dengan kebutuhan dunia industri,” jelas Stella.
Ia menilai riset menjadi kunci untuk menjembatani kesenjangan itu. Melalui penelitian, mahasiswa ditempa berpikir kritis, sistematis, dan terbiasa memecahkan persoalan kompleks.
Stella menegaskan riset bukan sekadar aktivitas akademik. “Sangat berguna untuk kerja,” ungkapnya. Mahasiswa yang terlatih menghadapi tantangan riset diyakini lebih siap bersaing dan beradaptasi di dunia profesional.***







