Menu

Mode Gelap

Headline

Said Didu: Ada Nama Jenderal di Belakang PT BDI Pemilik 25,31 % Saham PT IMIP di Morowali

badge-check


					Muhammad Said Didu. Foto: Fajar Perbesar

Muhammad Said Didu. Foto: Fajar

Penulis: Mulawarman   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOROWALI-  Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010) dan Staf Khusus Menteri ESDM (2014-2016), menyatakan bahwa di balik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ada “bintang-bintang” dari perusahaan bernama PT Bintang Delapan, yang merujuk pada mantan jenderal dan pejabat tinggi yang menduduki posisi strategis di perusahaan tersebut.​

Dalam wawancara pada 27 November 2025, seperti diunggah pada akun [email protected],  Said Didu menyebut IMIP dibangun “lewat jendela” tanpa izin lengkap dari Menteri ESDM, melainkan melalui Kementerian Perindustrian, dengan direksi mayoritas eks-pejabat kementerian tersebut termasuk mantan direktur jenderal.

Ia menyoroti kunjungannya ke IMIP pada 2015 saat bersamanya Sudirman Said, di mana smelter sudah dibangun meski belum punya IUP, dan menyebutnya sebagai “negara dalam negara”, karena fasilitas seperti pelabuhan, bandara privat, serta kemudahan TKA dan pembebasan pajak.

Pemilik saham awal PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terdiri dari tiga pemegang saham utama sebagai berikut:

  • Shanghai Decent Investment Group: 49,69%

  • PT Sulawesi Mining Investment: 25%

  • PT Bintang Delapan Investama: 25,31%

Modal dasar perusahaan ini sebesar 40 juta dolar AS. Shanghai Decent Investment Group adalah anak usaha Tsingshan Holding Group asal China. PT Sulawesi Mining Investment dan PT Bintang Delapan Investama adalah perusahaan lokal yang juga memiliki keterkaitan dengan perusahaan China dalam pengelolaan IMIP.

Benarkah Ada Jenderal?

PT Bintang Delapan Investama memegang saham sebesar 25,31% di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menjadikannya salah satu pemegang saham utama bersama Shanghai Decent Investment Group (49,69%) dan PT Sulawesi Mining Investment (25%).​

PT Bintang Delapan Investama terkait erat dengan PT BintangDelapan Mineral (BDM), yang disebut sebagai “founding father” IMIP karena memulai operasi pertambangan nikel di Blok Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah.

Perusahaan ini menggandeng Tsingshan Group dari China sejak 2009 untuk mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI), yang menjadi cikal bakal kawasan industri IMIP dengan modal dasar 40 juta dolar AS.

Pemilik saham awal PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terdiri dari tiga pemegang saham utama sebagai berikut:

  • Shanghai Decent Investment Group: 49,69%

  • PT Sulawesi Mining Investment: 25%

  • PT Bintang Delapan Investama: 25,31%

Modal dasar perusahaan ini sebesar 40 juta dolar AS. Shanghai Decent Investment Group adalah anak usaha Tsingshan Holding Group asal China. PT Sulawesi Mining Investment dan PT Bintang Delapan Investama adalah perusahaan lokal yang juga memiliki keterkaitan dengan perusahaan China dalam pengelolaan IMIP.

Kerja sama ini melibatkan pengembangan smelter nikel terintegrasi, dimulai dengan groundbreaking pada 2013 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015.​

PT Bintang Delapan Mineral beroperasi di konsesi seluas 20.765 ha di Morowali, fokus menyediakan pasokan nikel berkelanjutan untuk smelter IMIP sambil menerapkan praktik pertambangan ramah lingkungan. G

Grup Bintang Delapan juga terlibat dalam proyek patungan dengan Dingxin Group (Tiongkok) melalui SMI untuk pembangkit listrik batubara dan fasilitas pendukung kawasan industri. Meski perusahaan lokal, sebagian sahamnya disebut masih terafiliasi dengan entitas China, termasuk dalam pengelolaan bandara IMIP baru-baru ini.​​

Struktur komisaris dan direktur PT Bintang Delapan Investama pada 2025  sebagai berikut:
  • Presiden Komisaris: Johnny Pesik

  • Komisaris: Benny Soetrisno

  • Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit: Sintong Panjaitan

  • Wakil Komisaris Utama: Halim Mina

  • Komisaris lainnya: Huang Weifeng

Untuk direksi:

  • Direktur Utama: Hamid Mina

  • Wakil Direktur Utama: Erfindo Chandra

  • Direktur: Mikhael

Struktur ini tercatat dalam keputusan RUPSL tahun 2022 dengan masa jabatan hingga 2025. Sintong Panjaitan juga dikenal sebagai Komisaris Utama PT Bintang Delapan Group sejak 2010, yang merupakan induk dari Bintang Delapan Investama.​

Sejarah

PT Bintang Delapan Group lebih dulu dibentuk daripada PT Bintang Delapan Investama, bendera group berdiri sejak 1994 sebagai holding perusahaan yang bergerak di perdagangan besar batu bara, nikel, dan lubricant oil, serta memiliki anak usaha seperti PT Bintang Delapan Resources.

Bintang Delapan Group sudah eksis sekitar 23 tahun sebelum 2018 (sekitar 1995), fokus pada trading, mining, dan rental di berbagai lokasi seperti Morowali dan Kendari.

PT Bintang Delapan Investama muncul kemudian sebagai mitra Shanghai Decent Investment Group untuk mendirikan PT Bintang Delapan Terminal pada Desember 2015 guna mendukung pelabuhan di Kawasan IMIP.

Investama merupakan salah satu entitas di bawah payung Bintang Delapan Group, yang juga mencakup PT Bintang Delapan Mineral sebagai “founding father” IMIP sejak awal 2010-an melalui kemitraan dengan Tsingshan Group, yang berkantor pusat di Jakarta dan memiliki koneksi erat dengan industri pertambangan nikel di Sulawesi Tengah.

Akumulasi

Kapitalisasi  PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) secara langsung tidak diungkapkan dalam karena bukan perusahaan yang go puclic, namun data investasi dan nilai bisnisnya menggambarkan skala ekonomi sangat besar.

Hingga tahun 2024, akumulasi nilai investasi yang masuk ke IMIP mencapai sekitar US$34,3 miliar, setara dengan Rp553,4 triliun (kurs rupiah sekitar Rp16.090 per dolar AS).​ Selain itu, nilai ekspor devisa IMIP pada November 2024 tercatat mencapai US$14,45 miliar (stera Rp Rp240,6 triliun) , dan perusahaan membayar pajak sebesar US$1,16 miliar  (setara Rp19,32 triliun) pada tahun 2023.

Data ini menunjukkan bahwa IMIP adalah kawasan industri besar dengan nilai pasar dan operasional yang sangat signifikan, meskipun kapitalisasi pasar spesifik sebagai entitas saham tidak tersedia karena ini bukan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan bebas.​

Oleh sebab itu, nilai investasi dan skala ekonomi IMIP dapat dijadikan indikator utama untuk menilai kapitalisasi dan dampak ekonominya.​ **

**

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI Kota Mojokerto Digelar dengan Sederhana

30 November 2025 - 13:09 WIB

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M

30 November 2025 - 12:53 WIB

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Sehari setelah Statusnya Diturunkan

30 November 2025 - 12:02 WIB

Bupati Pasuruan Dorong Petani Kelola Greenhouse Melon dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

30 November 2025 - 11:45 WIB

Pemerintah Targetkan 300 ribu Jembatan di Seluruh Daerah Terpencil

30 November 2025 - 11:22 WIB

Veronika Tan Bahas Sunat Untuk Perempuan dari Sejumlah Sudut Pandang

30 November 2025 - 09:44 WIB

Ayah Kandung Jaminkan Anak untuk Utang Rp 25 Juta di Gresik, Kini Dikembalikan ke Ibu Kandung di Tasikmalaya

30 November 2025 - 00:04 WIB

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

29 November 2025 - 23:23 WIB

Korupsi Rp 16,6 Miliar, Kejaksaan Enrekang Menahan Empat Mantan Pengurus BAZNAS

29 November 2025 - 22:56 WIB

Trending di Headline