Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KULONPROGO– Menyampaikan imbauan saat meresmikan jembatan Kabanara, Kulonprogo, DIY, Presiden Prabowo Subianto meminta para kepala daerah di seluruh Indonesia agar tidak mengerahkan anak-anak sekolah untuk berdiri menyambutnya saat kunjungan kerja.
Presiden manyatakan terharu dengan antusiasme para pelajar, yang dapat menambah semangat dan energinya, namun ia juga merasa kasihan karena para siswa harus berdiri lama di bawah terik matahari yang bisa mengganggu jam belajar mereka.
Prabowo menginstruksikan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk membuat surat edaran kepada semua bupati dan wali kota agar siswa tetap berada di sekolah masing-masing dan tidak dikerahkan ke pinggir jalan untuk menyambutnya.
Jika, presiden Prabowo ingin bertemu para pelajar, ia menyatakan dapat langsung masuk ke ruang kelas, sehingga tidak perlu siswa menunggu lama di luar. Ia juga menyarankan agar jika siswa ingin melihatnya, bisa melalui televisi.
Prabowo mengkhawatirkan kondisi siswa yang harus menunggu lama di bawah panas dan waktu belajar yang berkurang akibat penyambutan tersebut.
Jembatan Kabanaran (sebelumnya Jembatan Pandansimo) memiliki sejumlah kehebatan dan manfaat utama:
-
Memperkuat konektivitas antara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo di pesisir selatan DIY, menjadi segmen penutup penting pada jaringan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Jawa.
-
Memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya 30-45 menit menjadi hanya 15-20 menit, mempercepat mobilitas warga dan distribusi barang.
-
Mengurangi biaya operasi kendaraan hingga 13,11% atau senilai Rp 1,4 triliun per tahun.
-
Mendukung pemerataan pembangunan wilayah utara dan selatan DIY, membuka akses pertanian seluas 2.164 hektar di Kecamatan Galur serta memudahkan distribusi hasil pertanian dan perikanan.
-
Meningkatkan potensi ekonomi regional, khususnya bagi UMKM dan sektor pariwisata di kawasan pesisir selatan, termasuk memudahkan akses ke destinasi wisata populer seperti Parangtritis.
-
Jembatan ini dilengkapi dengan desain megah dan estetis, menjadi ikon baru kawasan selatan DIY, sekaligus mendukung pengembangan multi-sektor mulai dari pertanian, logistik, hingga pariwisata.
-
Proyek ini juga mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi modern dalam pembangunannya.
Secara keseluruhan, Jembatan Kabanaran tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik penghubung, melainkan juga sebagai katalisator pengembangan sosial ekonomi wilayah selatan DIY yang strategis. **






