Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Rektor UNAIR : Guru Besar Merupakan Tanggung Jawab Seumur Hidup

badge-check


					Rektor UNAIR : Guru Besar Merupakan Tanggung Jawab Seumur Hidup Perbesar

KREDONEWS.COM, SURABAYA – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) kukuhkan lima guru besar baru pada Rabu (18/12/2024). Yaitu, Prof Dr Falih Suaedi Drs MSi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Prof Dr Indeswati Diyatri drg MS dari Fakultas Kedokteran Gigi, Prof Dr Khusnul Ain ST MSi dari Fakultas Sains dan Teknologi, Prof Dr Nur Wulan Dra MA PhD dari Fakultas Ilmu Budaya, dan Prof Dr Rahmat Setiawan SE MM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pengukuhan itu bertempat Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C, UNAIR.

Pentingnya Mengenal Karakteristik Diri

Dalam sambutannya, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak menyampaikan pentingnya peran Guru Besar dalam dunia pendidikan, penelitian, dan kontribusi masyarakat. Rektor UNAIR itu juga menekankan bahwa setiap individu memiliki karakteristik yang unik. Dengan perbedaan itu, pelayanan dan sistem yang diterapkan dalam lingkup akademik berjalan harmonis dengan disiplin ilmu yang berbeda dari berbagai lini.

“Tidak ada satupun ciptaan manusia yang sama persis. Sehingga kita harus mengerti potensi dan karakteristik diri sendiri. Dengan begitu, kedepannya kita dapat mengembangkan ilmu sesuai dengan bidang ilmu yang kita tekuni,” ucap Prof Nasih.

Tanggung Jawab Seumur Hidup

Pada kesempatan itu, Prof Nasih juga mengingatkan bahwa jabatan guru besar adalah sebuah tanggung jawab seumur hidup. Menurutnya, jabatan Guru Besar bukan sekadar gelar akademik, melainkan peran yang harus dilaksanakan dengan terus membawa kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Tugas utama seorang guru besar adalah melanjutkan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan terus berkontribusi pada almamater serta bangsa. Jika nantinya tidak memenuhi tanggung jawab tersebut, ada risiko gelar dan tunjangan kehormatan Guru Besar akan dicabut,” tegas Prof Nasih.

Dilansir dari unair.ac.id, rektor berharap keberadaan Guru Besar baru akan semakin memperkokoh UNAIR sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. “Dengan bertambahnya Guru Besar, UNAIR akan semakin berjaya dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan bangsa. Semoga riset-riset penting terus berkembang meskipun tantangan kedepannya akan terus ada,” terangnya.

Acara pengukuhan guru besar menjadi momentum penting bagi UNAIR untuk mendorong inovasi, kolaborasi, dan kontribusi bagi Indonesia. Dengan dedikasi dan komitmen dari para guru besar, Prof Nasih optimis UNAIR akan menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pilar kemajuan bangsa.

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Baru Baru Selesai Jalani Hukuman 2,5 Tahun, Kini Wagub Babel Hellyana Jadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

29 September 2026 - 16:51 WIB

Seminggu Dua Kali Kebakaran Lahan di Sumobito, Wiku Birawa: Sampai September 157 Kasus

29 September 2026 - 14:51 WIB

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

29 September 2026 - 13:46 WIB

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:47 WIB

Trending di News