Menu

Mode Gelap

Headline

Prof Herry Utomo Penemu Padi Unggul Cahokia Rice 50 % Lebih Tinggi Protein, Jabat Profesor di Amerika Serikat

badge-check


					Dua profesor dari LSU AgCenter Soutwest Region, Lousiana State University, United States of America (USA) melaksanakan kunjungan ke Food Estate Hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (26/3). Kunjungan ini bertujuan dalam rangka percepatan pembangunan kawasan program Food Estate dan rencana kerjasama pengembangan pertanian berbasis bioekonomi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Foto: humbanghasundutankab.go.id/ Perbesar

Dua profesor dari LSU AgCenter Soutwest Region, Lousiana State University, United States of America (USA) melaksanakan kunjungan ke Food Estate Hortikultura di Kabupaten Humbang Hasundutan (26/3). Kunjungan ini bertujuan dalam rangka percepatan pembangunan kawasan program Food Estate dan rencana kerjasama pengembangan pertanian berbasis bioekonomi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Foto: humbanghasundutankab.go.id/

Penulis: Hermin Sulistyowati    |     Editor: Prio Suwarno

KREDONEWS.COM, LOUISIANA- Prof. Herry S. Utomo, asal Malang, telah menjadi profesor tetap di Amerika Serikat dan berhasil menciptakan varietas padi tinggi protein pertama di dunia yang dinamakan “Cahokia Rice”.

Varietas beras ini memiliki kandungan protein 50% lebih tinggi dibandingkan beras biasa dan memiliki indeks glikemik rendah, sehingga lebih aman untuk penderita diabetes.

Cahokia Rice juga memiliki keunggulan panen lebih cepat, berbulir panjang, tahan jamur, dan tidak dimodifikasi secara genetik tetapi dikembangkan melalui mutasi alami.

Produk ini sudah dipatenkan dan dipasarkan di AS, dengan potensi produksi protein tinggi yang signifikan secara nasional di Indonesia jika ditanam luas. Selain itu, proses memasaknya lebih hemat bahan bakar karena memerlukan waktu, panas, dan air yang lebih sedikit.

Prof. Herry Utomo memulai karier akademisnya di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, kemudian menempuh pendidikan master dan doktor di Amerika Serikat, hingga menjadi profesor penuh di Louisiana State University (LSU).

Keberhasilannya ini didukung oleh sikap optimistis, adaptasi budaya, dan pendekatan inovatif dalam riset. Ia juga aktif dalam komunitas diaspora Indonesia dan terus berkontribusi pada pendidikan serta inovasi pertanian di tanah air.

Dengan demikian, “Cahokia Rice” adalah beras inovatif pertama di dunia yang tinggi protein dan rendah glikemik, dikembangkan oleh Prof. Herry S. Utomo dari Malang yang kini berkarier sebagai profesor tetap di AS.

Prof. Utomo memulai karier akademisnya di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, dengan fokus pada pemuliaan tanaman. Ia kemudian melanjutkan pendidikan master dan doktoralnya di Amerika Serikat sebelum menjadi profesor penuh di LSU..

Prof. Utomo memiliki publikasi yang cukup banyak di bidang bioteknologi tanaman, genomik, dan pemuliaan padi. Profil akademisnya juga terdaftar di Google Scholar, dengan fokus riset pada pengembangan varietas padi tahan herbisida, peningkatan kandungan asam amino esensial, dan teknologi benih sintetis.

Dia juga aktif dalam komunitas diaspora Indonesia dan memberi kontribusi dalam pendidikan dan riset pertanian.

Biogarfi Ringkas:

  • Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, jurusan Agronomi.

  • Melanjutkan master dan PhD di Amerika Serikat.

  • Profesor penuh di Louisiana State University.

  • Penemu varietas beras “Cahokia Rice” dengan kandungan protein tinggi dan rendah glikemik.

  • Fokus riset di bidang pemuliaan tanaman, bioteknologi, dan genetika.

  • Memiliki berbagai publikasi ilmiah dan paten.

  • Aktif dalam pengembangan riset untuk meningkatkan ketahanan dan nilai gizi tanaman padi. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Massa dan Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus dan Anggota di Jalanan Tanah Becek

30 November 2025 - 18:46 WIB

Empat Orang Sekeluarga Tewas Seketika Satu Balita Luka-luka, Akibat KA Mutiara Hantam Accord di Beji Pasuruan

30 November 2025 - 18:07 WIB

Bupati Pasuruan Dorong Petani Kelola Greenhouse Melon dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan

30 November 2025 - 11:45 WIB

Ratusan Orang Tewas dan Hilang Akibat Banjir di Asia Tenggara

30 November 2025 - 11:36 WIB

Veronica Tan Bahas Sunat Untuk Perempuan dari Sejumlah Sudut Pandang

30 November 2025 - 09:44 WIB

Ayah Kandung Jaminkan Anak untuk Utang Rp 25 Juta di Gresik, Kini Dikembalikan ke Ibu Kandung di Tasikmalaya

30 November 2025 - 00:04 WIB

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

29 November 2025 - 23:23 WIB

Korupsi Rp 16,6 Miliar, Kejaksaan Enrekang Menahan Empat Mantan Pengurus BAZNAS

29 November 2025 - 22:56 WIB

Elon Musk Beri Langganan Gratis Starlink Sampai Desember di Wilayah Indonesia Terdampak Banjir

29 November 2025 - 22:31 WIB

Trending di Headline