Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Meskipun memiliki gaya hidup sehat, pria berusia 50 tahun itu menderita gagal ginjal stadium akhir karena kebiasaan minum kopi.
Informasi kasus ini dibagikan oleh Dr. Hong Vinh Tuong, seorang ahli nefrologi di Rumah Sakit Umum Tam Quan (Taiwan), pada tanggal 4 Januari. Kisah ini menjadi peringatan tentang potensi risiko kesehatan akibat kebiasaan makan yang tidak aman.
Banyak orang yang menjalani gaya hidup sehat sering memilih kopi hitam sebagai minuman untuk membantu mereka tetap waspada dan meningkatkan metabolisme. Pria berusia 50-an dalam kisah Dr. Hong Vinh Tuong tidak terkecuali. Ia sangat memperhatikan kesehatannya, menjauhi rokok dan alkohol.
Pasien dirawat di ruang gawat darurat setelah tiba-tiba pingsan saat jogging di pagi hari. Hasil tes menunjukkan bahwa laju filtrasi glomerulus (eGFR) telah turun di bawah 10. Karena pasien tidak memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau asam urat, Dr. Hong Vinh Tuong meneliti lebih dalam kebiasaan gaya hidup mereka.
Dokter menemukan bahwa pasien tersebut memiliki kebiasaan membeli biji kopi dalam jumlah besar setiap kali ada obral untuk menimbunnya. Ia menyimpannya dalam waktu lama, bahkan ketika biji kopi tersebut telah berubah warna dan berjamur, ia tetap menggunakannya tanpa ingin membuangnya. Akibat konsumsi kopi berjamur dan busuk dalam jangka panjang, sejumlah besar okratoksin menumpuk di tubuhnya, menyebabkan kerusakan ginjal tanpa disadarinya.
Pasien tersebut mengira bahwa hanya dengan menyeduh kopi menggunakan air mendidih 100°C akan membunuh semua bakteri. Namun, okratoksin hanya terurai pada suhu di atas 280°C. Air mendidih 100°C sama sekali tidak berpengaruh pada racun ini.
Ketika okratoksin masuk ke dalam tubuh, ia memusatkan serangannya dan merusak ginjal melalui tiga mekanisme: mengaktifkan respons inflamasi yang menyebabkan nekrosis sel, melumpuhkan proses metabolisme tubulus ginjal, dan menyebabkan fibrosis ginjal kronis.
Dokter juga menyarankan masyarakat bahwa okratoksin berkembang biak di lingkungan yang panas dan lembap (suhu sekitar 25°C, kelembapan di atas 18,5%). Ini adalah kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Mencoba menghemat uang dengan membuang makanan yang busuk tidak hanya tidak ekonomis tetapi juga membahayakan kesehatan.***










