Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, GROBOGAN- Seorang pria bernama Supriyanto, 33, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk. Ia mencekik ibunya, serta melakukan ayahnya terjadi di Dusun Gundih RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu siang 29 Maret 2026.
Insiden ini menyebabkan satu orang lansia 80 tahun meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat dan ringan, akibat amukan membabi buta pelaku.
Korban mayoritas lansia, termasuk ayah kandung pelaku berusia 33 tahun, mengalami luka bacok dan langsung dilarikan ke Puskesmas Kradenan serta RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi.
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo bersama anak buahnya segera melakukan pengamanan, dan meringkus pelaku tanpa perlawanan.
Satu korban perempuan berusia 80 tahun meninggal dunia akibat luka berat. Saat ini empat lansia lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit, sementara satu korban lain dilaporkan dalam kondisi stabil.
Polisi telah mengamankan pelaku dan mendalami motif serta kondisi kejiwaannya.
Enam korban luka dalam insiden amuk pria diduga ODGJ di Dusun Gundih, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, pada 29 Maret 2026, memiliki nama-nama sebagai berikut.
Identitas Korban
1. Markini, 62-63, warga setempat alami luka-luka
2. Nyami, 65, warga sekitar
3. Abu, 80-81, meninggal dunia akibat luka berat
4. Darsih, 62. luka-luka
5. Karni, 80, masih dirawat
6. Suroto, 64-65, ayah kandung pelaku mengalami luka-luka
Semua korban korban saat ini masih dalam perawatan di Puskesmas Kradenan dan dirujuk ke RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi.
Polisi dari Polsek Kradenan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan setelah kejadian amuk berlangsung di Dusun Gundih, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, pada 29 Maret 2026.
Petugas tindak lanjuti laporan cepat dari warga dan video viral yang menyebar di media sosial, memungkinkan respons tanggap ke lokasi.
Pelaku diamankan di tempat kejadian atau sekitarnya, disertai penyitaan satu bilah parang sepanjang sekitar 57 cm dari tangannya.
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo dan Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Arif Suryanto mengonfirmasi pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Kradenan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi
Insiden amuk pria diduga ODGJ bernama Supriyanto (32) di Dusun Gundih, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan, terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.
- Sebelum kejadian: Pelaku marah-marah di rumah orangtuanya mencari handphone. Ia marah-marah dan mencekik ibunya (Suwarti) hingga pingsan.
- Persiapan: Pelaku pergi naik motor membeli bensin di warung, membawa parang tersembunyi di jok motor.
- Awal amuk: Kembali ke rumah orangtua, pelaku ambil parang dan langsung mengayunkannya ke warga di pinggir jalan depan rumah, termasuk ayahnya Suroto (64-65).
- Serangan lanjutan: Menyerang warga yang datang menolong, seperti Gunawan yang menghindar, lalu Markini (62-63), Nyami (65), Abu (80-81, tewas), Darsih (62), dan Karni (80).
- Penangkapan: Warga meringkus pelaku di rumah Karni; polisi tiba, amankan pelaku tanpa perlawanan besar, sita parang 57 cm.
- Pasca-kejadian: Korban dirawat di Puskesmas Kradenan lalu dirujuk ke RSUD Dr. R. Soedjati Purwodadi; polisi dalami motif dan kondisi jiwa pelaku. **







