Menu

Mode Gelap

Mimbar Rakyat

Polemik Layanan Darurat: Warga Minta Kepala Puskesmas Dupak Surabaya Dicopot

badge-check


					Polemik Layanan Darurat: Warga Minta Kepala Puskesmas Dupak Surabaya Dicopot Perbesar

Penulis: Majid | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Polemik layanan darurat Puskesmas Dupak terus bergulir. Setelah kasus meninggalnya istri Joko Widodo, warga RT 5 RW 5 Kelurahan Dupak, karena diduga lambatnya penanganan medis dari pihak puskesmas, kini Paguyuban Warga Bangunrejo resmi melaporkan insiden tersebut kepada Wali Kota Surabaya dan Ketua DPRD Kota Surabaya.

Laporan resmi ini dilayangkan Senin siang(23/6), sebagai bentuk tuntutan keadilan atas kelalaian prosedur penanganan darurat yang diduga dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Dupak. Dalam surat tersebut, warga menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) darurat serta pencopotan Kepala Puskesmas Dupak sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan struktural.

Ketua Paguyuban Warga Bangunrejo, Dhani Bachtiar, menyatakan bahwa permintaan maaf dari pihak Puskesmas tidak cukup menyelesaikan persoalan yang berdampak pada kehilangan nyawa.

“Kami tidak ingin tragedi ini terjadi lagi kepada warga lainnya. Ini soal tanggung jawab, bukan sekadar penyesalan. Kami minta ada evaluasi menyeluruh dan kepala puskesmas harus dicopot,” tegasnya.

Dukungan terhadap langkah warga juga datang dari anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’I, S.H., M.H. Dalam pernyataannya, Imam menegaskan bahwa lembaganya akan segera memanggil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan jajaran terkait untuk meminta klarifikasi serta melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan pelanggaran SOP darurat tersebut.

“Kalau memang terbukti ada pelanggaran prosedur dalam penanganan kondisi darurat, maka kepala puskesmas harus dievaluasi bahkan diganti. Ini bukan soal individu, tapi soal sistem pelayanan publik yang menyangkut nyawa warga,” ujar Imam.

Saat ini, publik menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD dalam menanggapi desakan warga. Kasus ini diharapkan menjadi momentum perbaikan layanan kesehatan primer, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan di level puskesmas.****

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral, Setelah Sebut Tolol Kini Sahroni Ditantang Debat Oleh Salsa Terkait Tunjangan DPR RI

26 Agustus 2025 - 08:17 WIB

BPOM Ungkap 34 Kosmetik Terbukti Mengandung Bahan Berbahaya, Ini Daftarnya

2 Agustus 2025 - 16:18 WIB

Anda Berhasil Viral, Ngaku Aparat Ngamuk Saat Ditegur Parkir, Ditunggu Episod 2

1 Agustus 2025 - 18:34 WIB

Boleh Tidaknya Rangkap Jabatan 34 Wakil Menteri Jadi Komisaris BUMN

1 Agustus 2025 - 12:50 WIB

Soal Rencana Danantara Utang USD 10 Miliar, Jangan Sampai Jaminannya Aset Bangsa

30 Juli 2025 - 19:31 WIB

Perkada Diulur, Benarkah Bupati Sidoarjo Tak Mengerti Pentingnya Perkada atau Pura-pura Tidak Tahu

27 Juli 2025 - 16:19 WIB

Ironi Rapat Mahal di Tengah Efisiensi: Ketika Hotel Bintang Lima Jadi Ruang Diskusi Birokrat

18 Juli 2025 - 09:09 WIB

26 Siswa Disabilitas Diduga Ditolak, Koalisi Jatim Minta Revisi SPMB

18 Juli 2025 - 06:53 WIB

Garda Jatim Melawan Eksploitasi dan Pungli Aplikator Ojol

8 Juli 2025 - 20:08 WIB

Trending di Headline