Menu

Mode Gelap

News

Ning Ita Bertemu Fadli Zon, Rencana Peresmian Gallery Museum Soekarno Kecil di Mojokerto

badge-check


					Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari alias Ning Ita menemui menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bicara rencana peremian gallery Museum Mini Soekarno Kecil di Mojokerto, Rabu 23 April 2025. Instagram@kabarmojokerto.id Perbesar

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari alias Ning Ita menemui menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bicara rencana peremian gallery Museum Mini Soekarno Kecil di Mojokerto, Rabu 23 April 2025. [email protected]

Penulis: Wibisono  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI, akan meresmikan Galeri Soekarno Kecil yang terletak di SDN Purwotengah, Kota Mojokerto, pada bulan Juni 2025. Peresmian ini akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Mojokerto, Bulan Bung Karno, dan Hari Kesaktian Pancasila.

Rencana itu terkuak, setelah walikota Mojokerto Ika Puspitasari alias Jeng Ita menemui menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon  Rabu, 23 April 2025, di Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta Pusat

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari (Ning Ita), menyampaikan bahwa peresmian tersebut merupakan hasil dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan untuk pembangunan galeri ini.

Ia juga berharap sinergi dengan Kementerian Kebudayaan dapat terus terjalin untuk mendukung penyelenggaraan berbagai event budaya di Kota Mojokerto ke depan.

Dengan adanya galeri ini, diharapkan kunjungan wisata ke Kota Mojokerto meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM dan ekosistem pendukung lainnya.

Jadi, Fadli Zon akan secara langsung meresmikan museum atau galeri yang menampilkan masa kecil Soekarno di Mojokerto sebagai bagian dari upaya pelestarian dan promosi budaya serta sejarah nasional di daerah tersebut.

Museum Soekarno Kecil di Mojokerto kemungkinan akan menampilkan koleksi yang mencerminkan masa kecil dan perjalanan hidup Bung Karno, meskipun detail spesifik koleksi utama museum ini belum tersedia secara eksplisit dalam sumber yang ada. Namun, berdasarkan koleksi umum yang biasa ditampilkan di museum-museum Bung Karno di berbagai lokasi, koleksi utama yang dapat diharapkan meliputi:

Barang-barang pribadi Bung Karno seperti pakaian, koper tua, dan benda-benda peninggalan masa kecil dan perjuangan beliau.

Buku-buku tulisan Bung Karno dan koleksi buku yang berkaitan dengan perjalanan hidup dan pemikiran beliau.

Koleksi seperti ini biasa ditemukan di museum Bung Karno di Blitar, Soekarno Center Bali, dan museum pribadi lainnya yang mengabadikan sejarah dan memorabilia Bung Karno. Dengan fokus pada masa kecil, museum di Mojokerto kemungkinan akan menampilkan artefak dan cerita yang menonjolkan latar belakang dan masa kecil Soekarno secara khusus, sebagai pelengkap koleksi yang lebih luas di museum Bung Karno lain.

Sejarah Soekarno kecil di Mojokerto bermula pada tahun 1907 ketika keluarganya pindah ke kota tersebut karena ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, mendapat tugas sebagai mantri guru (kepala sekolah) di Sekolah Ongko Loro, yang sekarang dikenal sebagai SDN Purwotengah di Mojokerto. Soekarno, yang saat itu berusia sekitar enam tahun, tinggal bersama orang tua dan saudara di sebuah rumah sewa di Jalan Gajah Mada, Mojokerto, dalam kondisi hidup yang sederhana.

Selama sekitar sembilan tahun, Soekarno kecil menuntut ilmu di Mojokerto. Ia belajar di Sekolah Ongko Loro dari kelas 1 sampai 4 dengan pengantar bahasa Jawa dan Melayu, kemudian melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagere School (ELS), kini SMPN 2 Kota Mojokerto, sejak tahun 1911 hingga lima tahun berikutnya. Pendidikan di ELS merupakan jenjang yang lebih elit, dan Soekarno dapat melanjutkannya berkat kecerdasannya dan status ayahnya sebagai pegawai pemerintah kolonial.

Selain sekolah, jejak Soekarno kecil di Mojokerto juga terekam di berbagai lokasi seperti rumah-rumah sewa di Jalan Gajah Mada dan Jalan Residen Pamuji, lapangan Barakan (tempat bermain), serta beberapa titik penting lain di kota tersebut. Pemerintah Kota Mojokerto bahkan mendirikan tujuh prasasti berwarna keemasan sebagai penanda tempat-tempat yang pernah menjadi bagian perjalanan masa kecil Soekarno di Mojokerto.

Singkatnya, sejarah Soekarno kecil di Mojokerto adalah kisah masa kecil dan pendidikan awalnya yang berlangsung sekitar sembilan tahun di kota ini, yang membentuk karakter dan perjalanan hidupnya sebelum melanjutkan pendidikan dan perjuangan di tempat lain. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Kota Mojokerto Pastikan Posko Lebaran Siaga Penuh untuk Pemudik

20 Maret 2026 - 07:06 WIB

Tersinggung Ditegur Istri Suka Mabuk, Pria 63 Tahun Bakar Rumahnya di Garum Blitar

20 Maret 2026 - 00:31 WIB

Terdengar Beberapa Kali Letusan Besar, Kebakaran Pabrik Cat PT Warnatama Cemerlang di Gresik

19 Maret 2026 - 23:41 WIB

Duka Jelang Lebaran, Sekeluarga Gunawan-Istri dan Tiga Anak Tewas Kecelakaan di KM 290 Tol Tegal

19 Maret 2026 - 23:03 WIB

Mojokerto Siapkan Pengamanan Maksimal Hadapi Nyepi dan Idul Fitri

19 Maret 2026 - 13:14 WIB

Achmad Rifqi: Ini Bukan Sekadar Penegakan Hukum, tapi Memulihkan Kepercayaan kepada TNI

18 Maret 2026 - 20:04 WIB

Survei Calon Ketua Umum PBNU: Kiai Imam Jazuli Ungguli 12 Kandidat Lain

18 Maret 2026 - 19:19 WIB

Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus, Denpom TNI Amankan 4 Tersangka dari Denma BAIS TNI

18 Maret 2026 - 15:40 WIB

Angkut 2000 Paket Sembako dan 3.000 Tabung LPG, KM Cipta Anugerah Meledak dan Terbakar di Selayar

18 Maret 2026 - 11:48 WIB

Trending di News