Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWW.COM, SUMENEP- Viral, aksi seorang pemuda bernama di Sumenep, Madura, bernama Moh. Faiq melakukan aksi menurunkan bendera partai Politik (PDI-P) dengan bendera merah, Kamis 14 Agustus 2025.
Motif dari tindakannya itu, karena dia menilai bendera partai politik yang berkibar lebih tinggi dari bendera Merah Putih dianggap mencederai nilai kebangsaan.
Lokasi bendera PDI-P yang diturunkan oleh Moh. Faiq berada di sebelah barat SPBU Pertamina 54.694.13 Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura. Bendera tersebut awalnya terpasang di depan sebuah warung makan di daerah tersebut.
Moh. Faiq menyatakan bahwa sebagai pemuda yang peduli bangsa, mereka menurunkan bendera parpol tersebut sebagai bentuk protes terhadap ketidaksesuaian posisi bendera negara dan bendera partai.
Detik-detik Aksi nekat seorang pemuda di Kabupaten Sumenep, viral di media sosial setelah menurunkan bendera partai politik yang berkibar lebih tinggi dari Sang Saka Merah Putih.
Dalam video berdurasi 1:38 detik yang beredar, pemuda bernama Moh. Faiq tampak menurunkan bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berukuran besar yang terpasang di depan sebuah warung makan. Bendera tersebut kemudian diganti dengan Merah Putih sebagai bentuk protes.
Seorang pemuda di Kabupaten Sumenep, Madura, melakukan aksi menurunkan bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang terpasang di depan sebuah warung makan.
Setelah menurunkan bendera PDI-P tersebut, pemuda itu menggantinya dengan bendera Merah Putih sebagai bentuk protes. Aksi ini viral di media sosial dan menarik perhatian banyak netizen.
Aksi ini terjadi pada Kamis, 14 Agustus 2025, di sebelah barat SPBU Pertamina 54.694.13 Ganding, Sumenep. Sekretaris DPC PDIP Sumenep juga memberi tanggapan terkait kejadian ini.
Informasi ini berasal dari berbagai sumber yang tersebar di Instagram dan TikTok lokal, serta portal berita daerah Madura.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak PDI-P Madura terkait aksi penurunan bendera tersebut. Aksi yang dilakukan oleh Moh. Faiq memang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, namun pihak redaksi belum berhasil mendapatkan tanggapan langsung dari perwakilan partai mengenai kejadian tersebut hingga berita ini ditulis. **