Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, SURABAYA-Lebih dari sepekan terakhir fenomena motor hingga mobil yang tiba-tiba brebet atau tersedat-sendat usai mengisi bahan bakar (BBM) jenis Pertalite menjadi perbincangan publik.
Walau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina mengklaim hasil uji laboratorium dari beberapa SPBU menunjukan tidak ada yang salah dengan BBM tersebut, publik masih ragu.
Menanggapi hal itu, Profesor Bambang Sudarmanta Dosen Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya buka suara. Menurutnya, fenomena tersebut harus dilihat secara ilmiah dengan mempertimbangkan berbagai faktor penyebab yang mempengaruhi kinerja kendaraan.
“Terkait dengan kejadian pemakaian sepeda motor yang brebet setelah mengisi bahan bakar Pertalite, kita harus mengembalikan semuanya itu pada koridor ilmiah. Performance sepeda motor itu dipengaruhi oleh empat hal; bahan bakarnya, sepeda motornya sendiri, lingkungan, dan juga cara pengendaraannya,” jelasnya saat mengudara di program Wawasan Suara Surabaya, Senin (3/11/2025).
Ketua Science Techno Park (STP) Otomotive itu kemudian menegaskan, jika gangguan disebabkan oleh bahan bakar, maka ada beberapa kemungkinan teknis. Yaitu kualitas bahan bakar tidak konsisten, mengandung air, dan ada pengotor atau kontaminan lain.
Karenanya, Bambang menyoroti metodologi pengujian bahan bakar harus dilakukan dengan benar dan representatif. Contohnya, jika bahan bakar tercampur air, sampel harusnya diambil secara keseluruhan, bukan hanya bahan bakarnya saja.
“Pertalite dan air itu kan tidak bercampur. Jadi bagaimana sampel ujinya bisa mewakili kondisi bahan bakar yang diuji, ini juga membutuhkan metodologi yang tepat. Misalkan karakternya bensinnya di atas, airnya di bawah, terus kita mengambil sampelnya yang atas, berarti itu tidak mewakili kondisi campuran bahan bakar yang ada di tangki atau di SPBU,” jelasnya.***











