Menu

Mode Gelap

Headline

Makin Santer Desakan Mengganti Menkes Budi Sadikin, Begini Respon Istana

badge-check


					Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendampingi Presiden Prabowo Subianto Bill Gate saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis di SDN Jati 3 Pulo Asem, 7 Mei 2025 di Jakarta. Instagram@bgsadikin Perbesar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendampingi Presiden Prabowo Subianto Bill Gate saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis di SDN Jati 3 Pulo Asem, 7 Mei 2025 di Jakarta. Instagram@bgsadikin

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Semakin santer desakan dari lembaga pendidikan kedoteran dan tokoh kesehatan untuk segera melakukan reshuffel (perggantian) menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin, namun tidak memberikan respons langsung atas rekomendasi pemecatan dirinya.

Tetapi, Jumat 23 Mei 2026, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai juru bicara Presiden Prabowo Subianto, memberi pernyataan bahwa pemerintah telah mendengar dan mempelajari aspirasi masyarakat, terutama dari kalangan kedokteran, termasuk tuntutan pencopotan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan respons atas pernyataan “Salemba Berseru” dari Dewan Guru Besar FKUI pada Sabtu, 17 Mei 2025.  Dia  mengakui bahwa kebijakan yang diambilnya menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak, tetapi ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan Kementerian Kesehatan berlandaskan pada kepentingan masyarakat luas, yaitu 280 juta penduduk Indonesia yang menerima layanan kesehatan.

Pemerintah menilai masukan tersebut sebagai bagian dari evaluasi yang harus dipelajari secara matang untuk mencari solusi terbaik tanpa mengganggu pelayanan kesehatan publik.

Sementara itu, kritik dan desakan reshuffle terhadap Menkes Budi terus mengemuka dari berbagai kalangan akademisi dan profesional kesehatan, yang menilai kebijakan dan gaya komunikasi Budi sudah melampaui batas dan kurang responsif terhadap masukan.

Singkatnya, Menkes Budi Sadikin belum secara pribadi menanggapi rekomendasi pemecatan, tetapi pemerintah melalui Mensesneg menyatakan akan mempelajari masukan tersebut sebagai bagian dari evaluasi untuk mencari jalan keluar terbaik tanpa mengganggu layanan kesehatan publik.

Kritik Prof Zainal Muttaqin

Jauh sebelumnya kritikan terhadap menteri kesehatan dilontarkan oleh ahli bedah saraf Universitas Indonesia (UI) dan Prof. Zainal Muttaqin merekomendasikan agar Menteri Kesehatan dilakukan reshuffle (pergantian), karena sejumlah kebijakan dan sikap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dianggap sudah melampaui batas dan kurang responsif terhadap masukan dari para pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Prof. Zainal Muttaqin sendiri mengalami pemecatan dari RSUP dr. Kariadi Semarang yang diduga terkait dengan kritiknya terhadap kebijakan Menteri Kesehatan, yang dianggap sebagai bentuk abuse of power dan menghambat pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

Selain itu, kritik juga diarahkan pada proses pemilihan ketua kolegium yang dinilai tidak transparan dan sarat kejanggalan, yang dilakukan di bawah pengaruh Menteri Kesehatan.

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Iluni FKUI) secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Menteri Kesehatan karena kebijakan yang diambil dianggap sudah berlebihan dan tidak menanggapi usulan revisi yang diajukan oleh kalangan akademisi dan profesional kesehatan.

Dengan demikian, rekomendasi reshuffle Menteri Kesehatan didasarkan pada kritik terhadap kebijakan yang dianggap tidak tepat, kurangnya respons terhadap masukan, serta kasus-kasus kontroversial yang melibatkan pejabat di bidang kesehatan, termasuk pemecatan Prof. Zainal Muttaqin yang menimbulkan keprihatinan luas di kalangan medis dan akademisi.

Salemba Berseru
Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kebijakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, khususnya yang berpotensi menurunkan mutu pendidikan dokter dan dokter spesialis serta berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Pernyataan “Salemba Berseru” yang melibatkan Dewan Guru Besar FKUI dan komunitas medis berlangsung pada Senin, 19 Mei 2025, di Aula IMERI FKUI.

Pernyataan disampaikan dalam Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kebijakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, khususnya yang berpotensi menurunkan mutu pendidikan dokter dan dokter spesialis serta berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Mereka menyoroti perubahan tata kelola Kolegium Kedokteran yang dianggap menghilangkan independensi Kolegium dan berpotensi menurunkan standar kedokteran di Indonesia.

Ketua Dewan Guru Besar FKUI, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, menyampaikan seruan moral agar ada perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Ratusan guru besar FKUI secara resmi menyuarakan kritik dalam pernyataan “Salemba Berseru” yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kesehatan nasional.

Ketua Dewan Guru Besar FKUI, Prof. Dr. dr. Siti Setiati, menyampaikan seruan moral agar ada perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Ratusan guru besar FKUI secara resmi menyuarakan kritik dalam pernyataan “Salemba Berseru” yang menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kesehatan nasional.**

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Ijazah Ahmad Sahroni Ternyata Nilai Hampir Semua 6, Siapa yang Tolol?

30 Agustus 2025 - 21:23 WIB

Kekayaan Ahmad Sahroni Rp 328,91 miliar, Rumah Seisinya Dihancurkan Massa

30 Agustus 2025 - 20:49 WIB

Kediri Mencekam, Gedung DPRD Kota dan Polres Dibakar Massa Pendemo

30 Agustus 2025 - 19:49 WIB

Wabup Jombang Kibarkan Bendera Start Garak Jalan ROJO, Diikuti 99 Regu Tempuh 18 Km

30 Agustus 2025 - 19:32 WIB

Detik-detik Sebelum Fotografer Humas DPRD Kota Makassar Meninggal Dikepung Kobaraan Api

30 Agustus 2025 - 18:50 WIB

Mojowarno Creative Fest 2025, Salmanudin: GPM Harus Tersebar di Desa-desa

30 Agustus 2025 - 18:40 WIB

15 Pos Polisi di Surabaya-Sidoarjo Rusak dan Dibakar Massa dalam Demo Semalam

30 Agustus 2025 - 11:43 WIB

Satu Minggu Demo Perlawanan Rakyat dari Tolak Fasilitas DPR, Hostum hingga Aksi Solidaritas

30 Agustus 2025 - 10:29 WIB

Besok, Hari Terakhir Program Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim

30 Agustus 2025 - 09:45 WIB

Trending di Nasional