Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Mojokerto ditunjuk sebagai salah satu dari 41 daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) oleh pemerintah pusat.
Dari Jawa Timur, hanya empat daerah terpilih: Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Banyuwangi.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap komitmen daerah dalam memperbaiki tata kelola bansos agar lebih tepat sasaran.
“Digitalisasi bansos adalah langkah penting memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak. Data menjadi kunci utama,” ujar Ning Ita usai menghadiri sosialisasi Kemendagri di Jakarta.
Fokus utama program ini adalah sinkronisasi dan validasi data antar instansi, khususnya Dispendukcapil dan BPS, guna mencegah bantuan salah sasaran, tumpang tindih, atau tidak tersalurkan.
Ia menambahkan, keberhasilan digitalisasi bansos sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah, kesiapan perangkat, serta literasi digital masyarakat.
“Kota Mojokerto siap menjadi contoh pelaksanaan bansos digital yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi model nasional untuk meningkatkan efektivitas perlindungan sosial di Indonesia.
Ringkasan Berita
Kota Mojokerto ditunjuk sebagai salah satu dari 41 daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial.
Wali Kota Ika Puspitasari menekankan pentingnya integrasi data kependudukan dan statistik agar bansos tepat sasaran.
Mojokerto siap menjadi contoh penerapan bansos digital yang transparan dan akuntabel, dengan harapan model ini dapat direplikasi secara nasional. **







