Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Perayaan Imlek memang nggak lengkap tanpa suguhan manis yang penuh makna. Dua bintang utamanya: kue keranjang dan kue bulan. Meski sama-sama sering muncul di meja keluarga, ternyata keduanya punya cerita dan filosofi berbeda.
Kue keranjang alias nian gao jadi sajian wajib saat Tahun Baru Imlek. Teksturnya lengket dan kenyal, melambangkan eratnya ikatan keluarga. Rasanya manis dipercaya membawa harapan hidup yang makin manis di tahun baru. Biasanya kue ini disusun bertingkat di meja persembahan, lalu setelah Imlek sering diolah lagi dengan cara digoreng atau dikukus.
Sementara itu, kue bulan alias mooncake lebih identik dengan Festival Pertengahan Musim Gugur, tapi tetap sering hadir saat Imlek sebagai hadiah. Bentuknya bulat melambangkan keutuhan keluarga, dengan isian beragam seperti pasta kacang merah, biji teratai, hingga kuning telur asin. Filosofinya: kebersamaan dan doa untuk kehidupan yang harmonis.
Kalau kue keranjang dikenal sebagai “dodol China” karena teksturnya lengket, kue bulan lebih padat dan berisi. Sama-sama manis, tapi maknanya berbeda: satu tentang rezeki dan keberuntungan, satu lagi tentang kebersamaan dan keutuhan.
Keduanya tetap jadi simbol penting dalam tradisi Tionghoa. Hadir di meja perayaan bukan sekadar makanan, tapi juga doa, harapan, dan rasa syukur.***











