Menu

Mode Gelap

News

Gubernur NTT Mengaku Malu, Gegara Miskin Anak SD di Ngada Tewas Secara Tragis

badge-check


					Gubernur NTT,  Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegur keras Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada menyusul meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Melki mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Foto: delik.tv


 keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Perbesar

Gubernur NTT, Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegur keras Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada menyusul meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Melki mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Foto: delik.tv  keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu.

Penulis: Eko Wienarto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NTT-  Peristiwa tragis menimpa seorang bocah 10 tahun siswa sebuah SDN di kabupaten Ngada, gegara miskin tak mampu membeli pinsil dan buku, hingga nekad mengakhiri hidupnya, kasus ini mendapat respon  Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ia menyatakan rasa malu dan terpukul karena kejadian ini mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan dan persoalan sosial.

Siswa berinisial YBR (10), kelas IV SD, ditemukan meninggal pada 29 Januari 2026 di kebun warga, diduga akibat gantung diri karena tak mampu membeli buku dan alat tulis.

Karena beritanyanya viral, Gubernur Melki kesulitan menghubungi Bupati Ngada, sehingga menerjunkan tim provinsi ke lokasi untuk investigasi langsung.

Gubernur juga  keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu.​

Teguran disampaikan saat peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa di Kupang pada 4 Februari 2026.

Melki menyebut insiden ini sebagai “alarm keras” kegagalan pranata sosial dan pemerintahan NTT, terutama dalam deteksi dini masalah kemiskinan anak.

Ia mengaku terganggu karena sejumlah menteri dan pimpinan nasional menghubunginya menanyakan kasus tersebut.

Kasus ini disebut tamparan bagi sistem pendidikan dan perlindungan warga miskin.

Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut penyebab kematian belum pasti dan bisa melibatkan faktor kompleks lain, berbeda dengan penilaian gubernur.

Gubernur menekankan urgensi perbaikan koordinasi pemda agar kejadian serupa tak terulang.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena telah menginstruksikan bantuan langsung kepada keluarga siswa SD berinisial YBR (atau YBS) yang meninggal diduga gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Ia memerintahkan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada untuk memberikan dukungan materi yang diperlukan keluarga korban, termasuk pembangunan rumah layak huni.

Koordinasi dilakukan sejak awal kejadian untuk memastikan pendampingan cepat dan solutif.
Selain itu, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam dan mendorong perbaikan sistem agar bansos bisa diakses meski ada kendala administrasi kependudukan.

Meski keluarga sebelumnya tak menerima bansos penuh karena perpindahan domisili dari Nagekeo ke Jerebuu, gubernur menekankan urgensi perbaikan data penduduk untuk mencegah kejadian serupa.

Tidak ada laporan detail tentang besaran bantuan tunai atau realisasi fisik hingga 5 Februari 2026, tapi fokus utama adalah dukungan jangka pendek dan panjang. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Jatim meringkus Enam Tersangka Korupsi Sarpras Pendidikan 2017 Senilai Rp 157 Miliar

5 Februari 2026 - 22:42 WIB

Semi Final Futsal Asia 2026, Tim Indonesia Menggilas Jepang 5-3 Melaju ke Final Lawan Iran

5 Februari 2026 - 22:10 WIB

Menteri Purbaya Sidak ke Pabrik Baja China PT PSM, Terduga Gelapkan Pajak Rp 580 Miliar

5 Februari 2026 - 21:11 WIB

KAI: Okupansi Baru 31 Persen, Tiket Imlek Aman

5 Februari 2026 - 19:21 WIB

Sita Uang dan Emas 3 Kg, KPK Lakukan OTT Rizal Kepala DJBC Sumatera Barat

5 Februari 2026 - 16:30 WIB

Dosen Unuja Tewas dalam Kecelakaan Dua Innvova di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

5 Februari 2026 - 16:00 WIB

Fujika Senna Oktavia Istri Siri Mendiang Kusnadi, Menerima Mobil Mercedez dan Uang Miliaran Rupiah

5 Februari 2026 - 14:54 WIB

Mojosari Dipilih Jadi Kandidat Ibu Kota Baru Mojokerto

5 Februari 2026 - 13:57 WIB

Satu Kompi Brimob Medaeng dan Kodim Pasuruan Amankan Bentrok Nelayan Ngemplak-Kisik Pasuruan

5 Februari 2026 - 13:41 WIB

Trending di Headline