Menu

Mode Gelap

News

Diduga Akibat Tekanan Ekonomi, Sri Yuliana Culik Bilqis dan Jual 3 Anaknya Rp 300.000

badge-check


					Sri Yuliana, 32, tersangka  penculik Bilqis Ramadani, 4 tahun enam bulan,. Diduga kuat perilakunya itu akibat tekanan enokomi yang berat, setelah suaminya meninggalkan dirinya dengan lima anak. Sebagai singel paren ia harus menghidupi seluruh anaknya, akhirnya menjual tiga anaknya dengan harga Rp 100.000/ anak. Foto: Kolase Perbesar

Sri Yuliana, 32, tersangka penculik Bilqis Ramadani, 4 tahun enam bulan,. Diduga kuat perilakunya itu akibat tekanan enokomi yang berat, setelah suaminya meninggalkan dirinya dengan lima anak. Sebagai singel paren ia harus menghidupi seluruh anaknya, akhirnya menjual tiga anaknya dengan harga Rp 100.000/ anak. Foto: Kolase

Penulis: Mulawarman   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAKASSAR– Polda Sulsel membeberkan fakta baru dalam kasus penculikan Bilqis (4,5 tahun), bocah perempuan di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku utama, Sri Yuliana alias Ana (30), ternyata pernah menjual tiga anak kandungnya sendiri, masing-masing seharga Rp100 ribu.

Fakta ini diungkap berdasarkan keterangan salah satu anak Sri Yuliana yang kini berada di bawah pengawasan petugas UPTD PPA Makassar.​

Saat dalam pemeriksaan dikonfirmasi tengtang penjualan anak kandungnya itu, Sri Yuliana alias Ana (30), pelaku utama penculikan Balita Bilqis di Makassar, mengaku pernah menjual tiga anak kandungnya sendiri dengan harga Rp 100 ribu per anak. Namun, secara detil, dua dari anak tersebut diduga dijual ke jaringan perdagangan anak, sementara satu anak lagi nasibnya tidak sepenuhnya terungkap kepada publik.

Rentetean kejadian ini diduga kuat akibat tekanan ekonomi yang ekstrem menimpa tersangka Sri Yuliana, sebagai orang tua tunggal ia harus menghidupi lima anaknya pasca, suaminya meninggalkan keluarga pergi ke Papua.

Sri Yuliana alias Ana memiliki lima anak kandung. Dari lima anak tersebut, tiga anaknya pernah dijual dengan harga Rp 100 ribu per anak.

Ketiga anak yang dijual itu adalah anak ke-3, ke-4, dan ke-5, dengan inisial RT, RJ, dan P. Sedangkan dua anak lainnya, yaitu FB dan FS, masih dirawat oleh Sri Yuliana dan sekarang berada di bawah perlindungan di Rumah Aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar.

Dalam pernikahannya dengan suami berinisial OD sejak 2016, Sri Yuliana dikaruniai lima anak. Sri dan suaminya diduga telah pisah ranjang sejak beberapa waktu lalu.

Penjualan anak dilakukan dengan modus adopsi di Jalan Malengkeri, Makassar, dan Sri Yuliana memperoleh total Rp 300 ribu dari penjualan ketiga anak tersebut.

Kronologi dan Fakta Baru

  • Sri Yuliana alias Ana ditangkap karena diduga menculik dan menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada seseorang di Makassar, yang kemudian menjualnya lagi ke jaringan di Jambi.​​

  • Selain kasus Bilqis, Sri Yuliana juga diduga pernah menjual tiga anak kandungnya sendiri, masing-masing dengan harga Rp100 ribu, berdasarkan pengakuan salah satu anaknya.​

  • Dua anak Sri Yuliana lainnya kini berada di rumah aman dan mendapatkan pendampingan dari petugas UPTD PPA Makassar.​​

Dampak dan Penanganan

  • Kasus ini mengungkap praktik penjualan anak yang dilakukan oleh pelaku terhadap anak kandungnya sendiri, menimbulkan keprihatinan terhadap perlindungan anak di Indonesia.​

  • Polri dan instansi terkait berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban serta anak-anak lain yang terdampak.​​

Fakta baru ini menunjukkan bahwa pelaku memiliki rekam jejak yang sangat serius dalam kasus penjualan anak, termasuk anak kandungnya sendiri, dan menjadi perhatian utama bagi aparat penegak hukum serta masyarakat.​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bareskrim Menyita Lagi Tiga Perusahaan Emas di Surabaya dan Sidoarjo: 51 Kg dan Uang Tunai Rp150 Miliar

13 Maret 2026 - 16:49 WIB

Lebaran Penuh Senyum, Semua Aparatur Pemkot Mojokerto Terima THR

13 Maret 2026 - 12:54 WIB

Hangatnya Ramadan di Mojokerto: Ning Ita Berbuka dengan Anak Yatim

13 Maret 2026 - 08:39 WIB

Kalah Praperadilan, KPK Langsung Giring Yaqut dan Ditetapkan sebagai Tersangka

12 Maret 2026 - 23:01 WIB

Polres Jombang Siap Amankan Idul Fitri 1447 H/2026 M

12 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kapolres Jombang bersama Dandim 0814 dan Wabup Jombang tengah periksa pasukan

Target 1000 SPPG, Gus Yahya: MBG Bukan Hanya Santri Sehat, tapi Juga Sakti

12 Maret 2026 - 16:59 WIB

Vonis 20 Tahun Dipecat dari TNI, Serma Yonanda Kodim Indragiri Hulu Terlibat Kurir 40 Kg Sabu

12 Maret 2026 - 15:52 WIB

Musrenbang Mojokerto 2027: Ketahanan Ekonomi dan Sosial Jadi Tema Utama

12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Pajak Kendaraan Rp 4,3 T, Gubernur Jateng Sudah Nembel 93.000 Jalan Sisa 1.200 Lubang

12 Maret 2026 - 14:18 WIB

Ilustrasi penambalan jalan berlubang di Jawa Tengah jumlahnya mencapai 93.000 lubang. Fito: ist
Trending di News