Menu

Mode Gelap

Life Style

China Melarang Drama “CEO Kaya Jatuh Cinta dengan Gadis Miskin”

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Fenomena drama pendek dengan alur cerita klasik “CEO kaya jatuh cinta dengan gadis miskin” selama bertahun-tahun menjadi salah satu tontonan favorit di platform digital Tiongkok.

Cerita yang ringan, penuh fantasi, dan mudah membuat penonton terbawa perasaan ini sempat mendominasi layar ponsel jutaan orang. Namun, awal tahun 2026 pemerintah China resmi melarang produksi drama dengan tema tersebut.

Larangan ini datang dari Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (NRTA) yang menilai bahwa kisah romansa semacam itu terlalu jauh dari realitas sosial. Menurut mereka, drama dengan formula “pernikahan dengan orang kaya” berpotensi menanamkan ekspektasi tidak sehat di masyarakat, terutama generasi muda yang sedang mencari identitas dan arah hidup.

Ini bukan kali pertama pemerintah Tiongkok turun tangan untuk mengatur konten drama dan film. Di masa lalu, langkah-langkah serupa telah diperkenalkan untuk mengekang tren yang menurut para pejabat berdampak negatif terhadap nilai-nilai publik, meskipun langkah-langkah tersebut seringkali memicu reaksi negatif dari penonton yang merasa kreativitas mereka dibatasi.

Seperti yang dilaporkan oleh The Vocket, sebelumnya China telah memberlakukan aturan tentang penampilan aktor pria, khususnya mereka yang dianggap sangat dipengaruhi oleh estetika drama Korea.

Meski begitu, larangan ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, banyak kreator konten merasa kehilangan salah satu genre paling laris yang selama ini mendatangkan jutaan penonton. Di sisi lain, sebagian masyarakat menyambut baik kebijakan ini karena dianggap bisa mendorong lahirnya cerita yang lebih realistis dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kontrol Budaya
kebijakan terbaru pemerintah China yang melarang drama dengan tema “CEO kaya jatuh cinta dengan gadis miskin” dipandang sebagai bagian dari kontrol budaya yang semakin ketat. Media internasional seperti World of Buzz dan WeirdKaya menyoroti bahwa aturan ini muncul di awal Januari 2026, ketika otoritas penyiaran China menilai genre tersebut terlalu menekankan fantasi materialisme dan pernikahan dengan orang kaya.

Sejumlah pengamat budaya di luar negeri menilai larangan ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga mencerminkan arah politik budaya Beijing. Dr. Mei Lin, seorang peneliti media di University of Hong Kong, mengatakan kepada South China Morning Post: “China ingin mengarahkan industri hiburan ke arah yang lebih realistis dan sesuai dengan nilai sosial yang mereka anggap sehat. Larangan drama CEO romance adalah simbol dari upaya itu.”

Di sisi lain, penonton internasional justru melihat larangan ini dengan rasa heran. Banyak yang berpendapat bahwa kisah romansa fantasi adalah bagian dari hiburan ringan yang tidak perlu terlalu dikontrol. The Guardian dalam ulasan budayanya menyebut bahwa genre ini sebenarnya punya daya tarik global, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda yang mencari escapism dari rutinitas.

Namun, bagi kreator konten di luar negeri, larangan ini dianggap sebagai peluang. Produser drama di Korea Selatan dan Thailand, misalnya, melihat adanya ruang untuk mengisi kekosongan pasar dengan cerita-cerita serupa yang kini tidak lagi bisa diproduksi di China.

“Justru ini bisa jadi kesempatan bagi industri hiburan Asia Tenggara untuk mengekspor drama dengan tema yang sama ke penonton internasional,” ujar Park Ji-hoon, produser drama di Seoul, dalam wawancara dengan Variety.

Beberapa judul drama pendek bertema “CEO kaya jatuh cinta dengan gadis miskin” yang populer di China sebelum larangan resmi tahun 2026 antara lain:

“Perfect and Casual” – kisah CEO dingin yang akhirnya jatuh hati pada gadis sederhana.
“Boss & Me” (Shan Shan Comes to Eat) – salah satu drama paling ikonik dengan alur CEO kaya dan gadis polos.
“Love is Sweet” – menampilkan romansa dunia kerja antara bos kaya dan karyawan perempuan.
“You Are My Glory” – meski lebih modern, tetap mengusung fantasi romansa dengan tokoh berstatus tinggi.
“Begin Again” – cerita pernikahan kontrak antara CEO dan dokter perempuan yang berujung cinta.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Bikin Setup Nanas Cocok untuk Buka Puasa

2 Maret 2026 - 14:47 WIB

13 Tahun Ramalan Cak Nun Jadi Kenyataan: AS-Israel Menyerang Iran!

1 Maret 2026 - 18:02 WIB

Yerin Ha Perjuangkan Representasi Asia di Hollywood

1 Maret 2026 - 16:15 WIB

Punya Kandungan Omega 3 yang Tinggi, Ini Manfaat Ikan Teri untuk Kesehatan

27 Februari 2026 - 21:07 WIB

Sego Berkat Gunungkidul Menuju Warisan Budaya Tak Benda 2026

25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Sueger pool.. Buka Puasa dengan Es Mangga

24 Februari 2026 - 13:34 WIB

I.O.I Resmi Comeback: Reuni 10 Tahun yang Dinanti

23 Februari 2026 - 21:43 WIB

Ariel Noah Pilih Kreatif dan Sendiri, Bukan Nikah Lagi

23 Februari 2026 - 10:00 WIB

Bikin Geger Kegiatan Lisa BLACKPINK di Klub Malam Bali Lewat Medsos

22 Februari 2026 - 16:07 WIB

Trending di Life Style