Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG- BPBD Kabupaten Jombang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops–PB) melaksanakan kegiatan bantuan pemenuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama PT Tata Graha Utama, Kamis, 31 Juli 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jombang adalah Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan bahwa aktivitas ini merupakan bagian tugas BPBD-Damkar, perusahaan di dalam meningkakta skil para tenaga K-3 di dalam mengendalikan semua risiko yang bisa terjadi di area kerja.
“Kamui selalu welcome, kepada perusahaan, sekolah atau lembaga-lembaga apapun untuk memberikan pedampingan dalam pelaksanaan K-3,” kata dia Sabtu, 2 Agustus 2025.
Kegiatan dilaksanakan di bawah Jalan Tol Jombang – Mojokerto, tepatnya di sekitar Sungai Brantas, dengan titik koordinat (-7.457005, 112.398614).
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, diawali dengan keberangkatan tim dari markas BPBD Jombang menuju lokasi. Setibanya di lokasi pukul 07.00 WIB, tim segera melakukan persiapan peralatan dan pemetaan area pelatihan.
Pada pukul 08.00 WIB dilakukan koordinasi teknis antara BPBD dan PT Tata Graha Utama untuk menyusun tahapan kegiatan.
Materi disampaikan mulai pukul 09.30 WIB, diawali dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP), dilanjutkan dengan materi vertical rescue dan water rescue.
Kedua jenis pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan kapasitas personel dalam penanganan korban pada kondisi darurat di area proyek yang berisiko tinggi.
Simulasi pertolongan korban dimulai pukul 13.00 WIB dengan skenario kecelakaan kerja di lingkungan proyek konstruksi tol.
Dalam simulasi ini, tim gabungan menerapkan metode penyelamatan di ketinggian serta evakuasi di perairan, dengan memperhatikan standar keselamatan dan efisiensi waktu penanganan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 14.30 WIB. Tim kemudian kembali ke markas BPBD Jombang dalam kondisi aman dan lengkap.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan teknis dalam penanganan kondisi darurat, khususnya pada area kerja proyek pembangunan jalan tol yang memiliki potensi bahaya tinggi. **