Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KARANGANYAR- Hari Senin, 9 Februari 2026, pemilik akun Instagram @jejakpendaki masih memosting sayembara berhadiah Rp 100 juta, bagi siapa saja yang bisa menemukan Yazid Ahmad Firdaus (26 tahun) yang hilang sejak 18m Januari 2026.
Hari ini, Selasa 10 Febaruri 2026, tim relawan SAR mandiri, berhasil menemukan jenazah berusia 26 tahun asal Desa Gawanan, Colomadu, Karanganyar itu ditemukan sekitar pukul 08.00-08.45 WIB di aliran sungai kawasan Bukit Mitis, jalur Tapak Nogo, sisi barat daya Bukit Mongkrang.
Sayembara ini sudah lama dirilis TikToker Lahar Bara (Bakat Setiawan), relawan HRH Barameru. Sayembara dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2026, hingga akhir 10 Februari 2026 di Bukit Mitis.
Relawan pencarian sempat disisir 98% area sudah berjalan lebih dari dua minggu, tapi nihil hingga. Lahar Bara menawarkan hadiah Rp100 juta bagi info lokasi; Ia diperpanjang sayembara pada 9 Februari karena belum ada klaim.
Katakanlah sayembara ini memicu perhatian publik dan membantu penemuan, meskipun proses mengeluarkannya sulit karena medan ekstrem.
Sayembara ini ditujukan untuk pihak yang mampu memberikan info keberadaan Yasid, setelah pencarian SAR menyisir 98% area Bukit Mongkrang tapi nihil hasilnya.
Lahar diumumkan melalui TikTok (@laharbara1), dan hingga 9 Februari belum ada klaim sehingga diperpanjang.
Penemuan jasad Yasid di Bukit Mitis pada 10 Februari oleh Wanadri Bandung memicu perhatian apakah ada penerima hadiah.
Siapakah Bakat Setiawan
Ia berasal dari Cepogo, Boyolali, dan terkenal karena keahliannya menguasai medan Gunung Merapi, termasuk aksi nekat mendaki puncak saat status siaga pada tahun 2020 untuk merekam kondisi kawah yang viral di Instagram @laharbara.
Sebagai relawan, ia sering terlibat evakuasi pendaki hilang, seperti jasad di kawah Merapi (2015) dan Syafiq Ali di Gunung Slamet (2025).
Baru-baru ini, ia mengumumkan sayembara Rp100 juta via TikTok (@laharbara1) untuk info lokasi pendaki hilang Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang, yang akhirnya ditemukan pada 10 Februari 2026. **
Akun Instagram @jejakpendaki memang memposting tentang kasus pendaki hilang bernama Yazid Ahmad Firdaus (26 tahun) di Bukit Mongkrang, serta menyebut adanya “sayembara Rp100 juta” untuk menebak lokasinya, tapi sayembara itu sebenarnya diumumkan oleh TikToker Lahar Bara (Bakat Setiawan), relawan HRH Barameru.
Ya, acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 18 Januari 2026, hingga akhir 10 Februari 2026 di Bukit Mitis, pada akhir September 2026.
Pencarian sempat disisir 98% area tapi nihil hingga Lahar Bara menawarkan hadiah Rp100 juta untuk info lokasi; Ia diperpanjang sayembara pada 9 Februari karena belum ada klaim.
Katakanlah embara ini memicu perhatian publik dan membantu penemuan, meskipun proses mengeluarkannya sulit karena medan ekstrem.
Isi sayembara dari Lahar Bara (Bakat Setiawan) adalah hadiah uang tunai Rp100 juta bagi siapa saja yang bisa menunjukkan lokasi akurat Yasid Ahmad Firdaus secara tepat.
Syarat Utama
Sayembara ini ditujukan untuk pihak yang mampu memberikan info keberadaan Yasid, setelah pencarian SAR menyisir 98% area Bukit Mongkrang tapi nihil hasilnya.
Lahar diumumkan melalui TikTok (@laharbara1), dan hingga 9 Februari belum ada klaim sehingga diperpanjang.
Penemuan jasad Yasid di Bukit Mitis pada 10 Februari oleh Wanadri Bandung memicu perhatian apakah ada penerima hadiah.
Bakat Setiawan, dikenal sebagai Lahar Bara, adalah relawan SAR berbasis di Tim SAR Barameru, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.
Latar Belakang
Ia berasal dari Cepogo, Boyolali, dan terkenal karena keahliannya menguasai medan Gunung Merapi, termasuk aksi nekat mendaki puncak saat status siaga pada tahun 2020 untuk merekam kondisi kawah yang viral di Instagram @laharbara.
Sebagai relawan, ia sering terlibat evakuasi pendaki hilang, seperti jasad di kawah Merapi (2015) dan Syafiq Ali di Gunung Slamet (2025).
Peran terkini
Baru-baru ini, ia mengumumkan sayembara Rp100 juta via TikTok (@laharbara1) untuk info lokasi pendaki hilang Yazid Ahmad Firdaus di Bukit Mongkrang, yang akhirnya ditemukan pada 10 Februari 2026.







