Penulis: Wibisono || Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Lontong Balap adalah salah satu kuliner legendaris dari Surabaya yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner kota ini. Meski sudah banyak yang mengenal kelezatannya, sedikit yang tahu asal usul dari makanan khas ini.
Melihat faktanya sebenarnya makanan ini lebih pantas menyandang nama lontong lentho, lontong tauge bahkan lontong tahu, mengikuti nama-nama lontong mi, lontong kupang dst. Mengapa ada kata balap?
Nama “Lontong Balap” konon berasal dari masa lampau, tepatnya pada awal abad ke-20. Dulu, penjual lontong menggunakan pikulan untuk membawa dagangan mereka, berjalan kaki keliling kota Surabaya. Karena banyaknya penjual lontong di satu tempat yang sama, mereka sering berdesak-desakan mencari pelanggan, sehingga terlihat seperti sedang balapan. Momen inilah yang kemudian diabadikan sebagai “Lontong Balap”, meskipun sebenarnya mereka bukan benar-benar balapan.
Lontong Balap terdiri dari lontong (nasi yang dikukus dalam daun pisang), tauge, tahu goreng, lentho (semacam gorengan dari kacang tolo dan singkong), dan kuah segar yang sedikit bening. Biasanya, makanan ini dilengkapi dengan sambal petis yang khas, serta kerupuk sebagai pelengkap. Salah satu elemen terpenting yang tak boleh ketinggalan adalah sate kerang. Kombinasi inilah yang membuat rasa Lontong Balap begitu kaya dan gurih.
Seiring berjalannya waktu, Lontong Balap tidak hanya dijual dengan cara dipikul, tetapi juga mulai dijual di warung-warung, tenda, bahkan restoran. Meskipun demikian, penjual Lontong Balap yang legendaris tetap menjaga cara tradisional mereka dalam menyajikan makanan ini.
Popularitas Lontong Balap semakin meningkat ketika banyak wisatawan yang datang ke Surabaya dan mencoba makanan ini. Oleh karena itu, Lontong Balap kini menjadi salah satu ikon kuliner Surabaya, yang wajib dicoba oleh siapa pun yang berkunjung ke kota ini.
Lontong Balap bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya kuliner yang sarat dengan sejarah dan keunikan lokal. Dengan sejarah yang panjang dan cita rasa yang khas, Lontong Balap terus menjadi kebanggaan warga Surabaya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner.***











