Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Gus Ipul: Warganya Ribuan Masa Kalah Sama Sampah

badge-check


					Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf saat melakukan kerja bakti massal di Bali, Selasa (25/2/2025) (Foto: KREDONEWS.COM/ Istimewa) Perbesar

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf saat melakukan kerja bakti massal di Bali, Selasa (25/2/2025) (Foto: KREDONEWS.COM/ Istimewa)

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

KREDONEWS.COM, DENPASAR – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat Bali untuk berpartisipasi dan peduli pada lingkungan sekaligus mampu berdaya melalui kerja bakti massal.

“Ini adalah sesuatu yang berusaha kami lakukan ketika kami beserta jajaran Kemensos ada kegiatan di daerah dimana kami menambah satu kegiatan seperti pagi ini kita laksanakan kerja bakti,” ujar Gus Ipul kepada seribuan peserta kerja bakti di Sungai Suwung Tahura Mangrove Ngurah Rai, Selasa (25/2/2025).

Kegiatan ini dinilai sebagai sebuah langkah kecil, namun bisa menjadi solusi bagi masalah sosial. Jika dilakukan berkelanjutan, ia yakin bakal membentuk kebiasaan baru dan masyarakat sekitar lebih peduli pada lingkungan.

Kerja bakti ini melibatkan para pilar sosial, aktivis lingkungan hidup, aparat hingga warga Bali. Mereka bahu membahu membersihkan daerah aliran sungai dari sampah-sampah plastik.

“Saya berdialog dengan kepala desa Pemogan. Saya tanya warganya ribuan orang. Masak kalah sama sampah. Melihat gerakan ini, saya bangga dengan apa yang sudah dilakukan,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menuturkan, tujuan kerja bakti ini adalah untuk menciptakan lingkungan makin bersih, kesadaran jaga lingkungan meningkat sehingga kohesi sosial semakin kuat.

Disamping itu, terdapat manfaat ekonomi, serta menciptakan produk berbasis mangrove dan produk kelautan.

“Saya berharap mudah-mudahan ini jadi langkah baru yang pelan-pelan jadi langkah besar baru membangun Indonesia,” tutur Gus Ipul.

Tampak sejumlah warga tengah membersihkan sampah disela-sela hutan mangrove pada acara kerja bakti massal di Bali, Selasa (25/2/2025) (Foto: KREDONEWS.COM/ Istimewa)

Salah satu peserta dari kelompok nelayan Segara Guna, Batu Lumbang, Made Kompyong mendapat kehormatan dipakaikan sepatu boot oleh Gus Ipul. Bersama Kompyong, ada 42 nelayan lainnya yang berpartisipasi.

Antusiasme warga sekitar Pemogan, Pedungan, Dauh Puri sangat tinggi untuk ikut kerja bakti selama dua jam bersama tim Sampah Watch. Mereka berharap tidak ada lagi sampah tambahan.

Tak hanya berbicara di depan peserta kerja bakti, Mensos juga turun langsung meninjau daerah aliran sungai di dampingi Sekjen Kemensos Robben Rico, Wawali Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, dan kepala desa adat setempat.

Gus Ipul berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer lebih menyusuri daerah aliran sungai baik yang di hutan mangrove maupun permukiman penduduk. Dalam kesempatan ini, Gus Ipul sempat berbincang ke sejumlah warga dan meminta mereka tidak membuang sampah ke sungai.

“Saya bersama pak Wawali Denpasar, ada Kadinsos dan kepala desa ingin berkolaborasi, bersinergi membikin langkah kecil bersama untuk peduli lingkungan dan tidak buang sampah sembarang,” ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, dari sisi regulasi serta sarana dan prasarana pendukung kebersihan lingkungan di Denpasar relatif sudah mencukupi.

Hanya saja, dari sisi kepedulian dan kesadaran warga masih perlu ditingkatkan. Indikasinya, nyaris sampah yang ada di Sungai Suwung adalah sampah domestik.

“Dari yang kita amati setiap hari banyak sampah dari hulu mayoritas sampah domestik. Ke depan saya bersama Wawali, kita usaha untuk kerja bersama, mudah-mudahan ada manfaatnya. Rintisan dengan melibatkan masyarakat, mudah-mudahan enam bulan ke depan ada kesadaran. Pemkot Denpasar sudah berbuat sekuat tenaga sarana prasaran tapi tanpa kesadaran masyarakat semua tak akan bisa sukses,” paparnya.

I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Wali Kota Denpasar sepemahaman dengan Gus Ipul. Pekerjaan rumah terberat adalah memunculkan kesadaran warga. Namun dia menyatakan siap memenuhi target yang diberikan.

“Tadi sudah dikasih arahan pak menteri dalam enam bulan ke depan bikin daerah percontohan. Agar ada gerakan dan perubahan jaga lingkungan khususnya kepedulian masyarakat tak buang sampah. Mudah-mudahan pak menteri enam bulan ke depan berkunjung ke sini sudah tercapai,” katanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Trending di Nasional