Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tim Labfor Temukan Bahan Peledak Kembang Api, Diduga sebagai Penyebab Ledakan Rumah Ipda Maryudi

badge-check


					Petugas Labfor Polda Jatim menggelar konferensi pers di Polres Mojokerto terkait  dengan kasus ledakan di rumah AIpda Maryudi, di kawasan Puri, Mojokerto. Instagram@polres_mojoketto Perbesar

Petugas Labfor Polda Jatim menggelar konferensi pers di Polres Mojokerto terkait dengan kasus ledakan di rumah AIpda Maryudi, di kawasan Puri, Mojokerto. Instagram@polres_mojoketto

Penulis: Wibisono  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur, menemukan senyawa okosidator dan klorat di reruntuhan rumah Aipda Maryudi warga Dusun/Desa Sumolawang, Puri, Mojokerto, Senin, 13 Januari 2025 sekitar pukul 09.30 WIB. Dari hasil olah TKP dan swab ditemukan bahan peled@k dari kembang api.

Tim Labfor Polda Jatim, AKBP Agus Santosa menjelaskan, dari hasil uji forensik dilakukan melalui olah TKP disekitar kamar Aipda Maryudi ditemukan jenis bahan peledak dari kembang api atau sreng dor.

Tim gabungan dari berbagai unit kepolisian melakukan olah TKP hingga dini hari dan menemukan barang bukti berikut: lima 5 unit ponsel, 1 lembar STNK. tiga  selongsong kembang api  jenis sreng dor, satu unit mesin cuci rusak,  5 tabung (2 ditemukan di dalam rumah dan 3 di sekitar lokasi), serpihan kertas ditemukan di berbagai lokasi dalam reruntuhan,  rangkaian tape.

“Di sekitar kamar pemilik rumah kami melakukan swab dan hasilnya positif mengandung oksidator dan klorat. Dimana klorat merupakan bagian isian bahan peled@k kembang api, dan itu sangat rentan meledak,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Selasa, 14 Januari 2025.

Ledakani di rumah Aipda Maryudi di Puri, Mojokerto, pada pagi hari tanggal 13 Januari 2025, mengakibatkan dua orang tewas, yaitu seorang ibu dan anaknya yang berusia tiga tahun. Ledakan tersebut diduga berasal dari area dapur rumah dan merusak sekitar 95% bangunan, serta menyebabkan kerusakan pada empat rumah tetangga.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian menemukan sejumlah bahan yang mencurigakan, termasuk bahan petasan, selongsong kembang api, dan sisa-sisa bahan peledak. Selain itu, beberapa perangkat elektronik juga diamankan untuk analisis lebih lanjut.
Kapolres Mojokerto, AKBP Irham Kustarto, menyatakan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memahami peran Aipda Maryudi dalam insiden ini.
Aipda Maryudi telah diamankan oleh Propam Polres Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidikan ini mencakup analisis dari berbagai aspek, termasuk kemungkinan keterlibatan internal kepolisianTim Labfor Polda Jatim dan Tim Gegana juga terlibat dalam penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari ledakan tersebut.
Ledakan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga mengganggu ketenangan warga setempat. Beberapa saksi melaporkan mendengar dua kali ledakan dalam waktu singkat, yang menambah ketegangan di lingkungan sekitar.

Rumah Aipda Maryudi sebelum ledakan terjadi tampak normal namun memiliki beberapa karakteristik penting:Aipda Maryudi dikenal memiliki hobi mengutak-atik peralatan elektronik, sehingga Ada laporan tentang adanya tabung elpiji 3 kg di lokasi ledakan, meskipun status aktifitasnya belum jelas.  Rumah tersebut digambarkan sebagai sebuah rumah dua lantai yang letaknya strategis di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Mojokerto, berdampingan dengan rumah keluarga korban, yaitu Luluk Sudarwati dan putra sulungnya Kaffa, yang merupakan kerabat dekat Aipda Maryudi

Meskipun detail-detail ini tersedia, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab ledakan yang kompleks ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

“Demam Ube” Menggila: Filipina Stop Eksport, Peluang Emas Ubi Ungu Indonesia Mendunia

20 September 2026 - 18:28 WIB

Trending di Nasional