Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Kilau Harga Emas Bakal Meredup di 2025

badge-check


					Harga emas diramal turun 2025 Perbesar

Harga emas diramal turun 2025

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kilau harga emas di tahun 2024, diperkirakan akan meredup di tahun 2025. Di akhir pekan ini, harga emas turun cukup signifikan dari USD2.660 per troy ons menjadi USD2.640 dolar per troy ons.

“Dalam perdagangan minggu besok, harga emas dunia kemungkinan besar masih akan mengalami koreksi. Koreksinya pun kemungkinan cukup signifikan,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Minggu (5/1/2025).

Menurutnya, emas dunia akan ditransaksikan di level support USD2.560 per troy ons. Kalau seandainya menguat, harganya di kisaran USD2.667 per troy ons.

Ibrahim mengatakan, perkembangan di Amerika Serikat menjadi faktor dominan yang mempengaruhi harga emas dunia. Diantaranya, rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menguat.

“Kemungkinan pertumbuhan ekonomi di AS pasca Trump dilantik akan terus mengalami penguatan. Sehingga bank sentral AS (The Fed) tidak akan menurunkan suku bunga terlalu banyak,” ucap Ibrahim.

Perkiraan The Fed memangkas suku bunganya di tahun ini tidak sesuai ekspektasi yang semula diperkirakan empat kali. Tapi kemungkinan pemangkasan suku bunga hanya dua kali, itupun kalau inflasinya terus menurun.

Kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump yang memicu perang dagang juga akan mempengaruhi harga emas. Trump juga mengancam negara anggota BRICS yang tidak menggunakan mata uang dolar dalam perdagangan internasional, dengan sanksi denda.

“Kebijakan Trump tersebut membuat indeks dolar terus menguat ke level 109,5 yang menjadi level tertinggi di bulan Januari. Di tahun 2025 ini, indeks dolar AS kemungkinan akan tembus 114 seperti pernah terjadi sebelumnya di level 114,8,” ujar Ibrahim.

Selain dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diprediksi juga akan melejit. Di sisi lain, setelah Trump dilantik tanggal 20 Januari nanti, konflik Ukraina-Rusia juga diperkirakan akan mereda.

“Begitu pula dengan konflik di Timur Tengah. Sehingga geopolitik tidak lagi dijadikan alasan bagi pelaku pasar untuk melakukan pembelian emas sebagai aset save heaven,” kata Ibrahim.

Begitu pula saat dolar makin kuat, aset berupa emas akan ditinggalkan. Hal inilah yang membuat harga emas kemungkinan tak lagi berkilau di tahun 2025.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Kemenperin Panggil PT Pakerin Buntut Kabar PHK Massal 2.500 Buruh

25 Juni 2026 - 20:29 WIB

CNG Jadi Pengganti LPG 3 Kg, Mulai Diproduksi Juli

25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Pemerintah Sepakat Tetapkan Maksimal 40 Tahun Tenor KPR untuk MBR

25 Juni 2026 - 19:45 WIB

DJP Jatim Sita Aset Senilai Rp24,9 Miliar Milik 158 Penunggak Pajak

24 Juni 2026 - 19:06 WIB

Kuota Internet Tak Bakal Hangus, Telkomsel-XL-Isat Terapkan Skema Ini

23 Juni 2026 - 19:14 WIB

Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, ASDP Tambah 3 Kapal

23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Somasi 3 Kali Tak Digubris, Warga Sukodono Adukan Penyerobotan Tanah ke Polres

23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Trending di Nasional