Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hadapi Sesar Aktif Kendeng dan Banjir Rob, Eri Cahyadi Pasang Sistem Peringatan Dini di Surabaya

badge-check


					Eri Cahyadi pasang sistem peringatan dini hadapi ancaman alam sesar aktif Kendeng dan banjir rob (pasang surut). Foto: instgaram@eri.cahyadi_ Perbesar

Eri Cahyadi pasang sistem peringatan dini hadapi ancaman alam sesar aktif Kendeng dan banjir rob (pasang surut). Foto: [email protected]_

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA— Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah strategis dan serius dalam menanggapi temuan penting bahwa wilayah ibu kota Provinsi Jawa Timur ini dilalui oleh dua segmen sesar aktif.

Melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Pemkot mulai menyiapkan infrastruktur pemantauan berbasis teknologi untuk kewaspadaan dini terhadap potensi gempa bumi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Sabtu 17 Oktober 2026, menyatakan bahwa upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab nyata pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warganya.

Langkah ini diambil setelah hasil pemetaan geologi menunjukkan adanya dua jalur patahan yang melintasi wilayah Surabaya, yaitu Sesar Surabaya dan Sesar Waru, yang merupakan bagian dari Sistem Sesar Kendeng.

Tidak Menutup Mata

“Kita tidak boleh menutup mata atas temuan-temuan ilmiah ini. Jika ada risiko, kita harus bersiap, bukan takut. Itulah mengapa kami menggandeng ITS — agar kesiapsiagaan kita berbasis data nyata dan pengetahuan yang akurat,” ungkap Eri Cahyadi.

Libatkan Ahli ITS

Berdasarkan kerja sama tersebut, tim ahli geofisika ITS yang dipimpin oleh pakar geologi Prof. Amien Widodo, memberikan rekomendasi teknis untuk pemasangan jaringan alat pemantau gerakan tanah dan aktivitas sesar di titik-titik strategis Kota Surabaya.

Alat-alat ini nantinya akan memantau pergerakan lempeng dan getaran di bawah permukaan secara terus-menerus dan real-time.

Selain aspek teknis dan peralatan, Eri Cahyadi juga menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup.

Ia juga telah menginstruksikan BPBD Kota Surabaya untuk memperkuat sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.

Warga akan dibekali pemahaman mengenai jalur evakuasi, titik berkumpul aman, serta tanda-tanda yang harus diwaspadai. Tujuannya agar jika sewaktu-waktu terjadi guncangan, warga dapat bertindak cepat, tenang, dan selamat.

Banjir Rob

Tidak hanya untuk gempa bumi, Pemkot Surabaya juga terus menyempurnakan sistem peringatan dini untuk ancaman lain yang kerap terjadi di wilayah pesisir, yaitu banjir rob.

Pemantauan cuaca dan pasang surut air laut juga dijalankan secara terpadu sehingga warga mendapatkan peringatan dini menyeluruh.

Langkah ini disambut baik oleh banyak pihak. Dengan populasi penduduk yang padat dan infrastruktur yang terus berkembang, keberadaan sistem pemantauan sesar aktif ini diharapkan dapat meningkatkan ketangguhan kota Surabaya dalam menghadapi potensi bencana.

Sekaligus menjadi model mitigasi bencana yang dapat dirujuk oleh daerah lain yang memiliki kondisi serupa.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PMI Warga Jombang Meninggal Dunia di Warsawa Polandia, Jenazah Terancam Dikremasi

18 Oktober 2026 - 10:32 WIB

182 Personel SAR Gabungan Sukses Evakuasi 110 Pendaki G. Arjuno yang Terbakar Hebat

18 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Asap Karhutla, NEA Singapura Beri Surat Pencegahan kepada Tujuh Perusahaan Konsesi Hutan di RI

17 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Nyekar Makam Gus Dur, Kapolri Suyudi: Utamakan Kerukunan dan Toleransi

17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Dari Halaman Polres Jombang Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan: 7-8 Hari Selesai Secara Adil

17 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dipanggil ke KPK, Nusron Wahid Malah Pergi Malaysia Ada Apa?

17 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Trending di News