Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

OTT KPK Sasar Kantor BNPB, Tangkap 14 Pejabat dan Pengusaha, Uang dan Emas Batangan

badge-check


					Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ist

Perbesar

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ist

Penulis: Yusran Hakim. |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam operasi ini tim KPK mengamankan 14 orang di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penangkapan ini menjadi sangat menonjol karena melibatkan pejabat struktural tertinggi di lembaga yang bertugas menyalurkan bantuan kemanusiaan saat masyarakat sedang dalam keadaan paling rentan.

Tertangkap

Ke-14 orang yang diamankan terdiri dari beberapa unsur:

* Kelompok Identitas & Posisi
Pejabat Pimpinan Tinggi Rustian — Sekretaris Utama (Sestama) BNPB

* Pejabat Pengelola Keuangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan BNPB

* Pejabat & Staf Lainnya Pejabat dan pegawai di unit perencanaan, pengadaan, dan keuangan

* Pihak Swasta Direktur dan perwakilan perusahaan rekanan pemasok barang/jasa BNPB

Jumlah Besar

Selain mengamankan para tersangka, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah besar serta logam mulia emas, yang diduga merupakan bagian dari aliran dana suap atau gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan BNPB.

Plt. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan konfirmasi resmi di Bantul, Yogyakarta, pada Selasa siang:

“Kami konfirmasi bahwa telah terjadi peristiwa tangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi, di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang. Di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK, dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta.”

“Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas,” tambahnya.

Budi menjelaskan operasi ini berawal dari laporan masyarakat dan hasil pemantauan yang dilakukan tim pengawasan internal KPK terhadap pola belanja dan proses pengadaan barang/jasa di BNPB dalam dua tahun terakhir.

Penyelidikan masih berjalan untuk menentukan nilai kerugian negara serta pasal yang akan didakwakan.

Yang membuat kasus ini berbeda dan lebih menyakitkan adalah sifat lembaga yang disasar.

BNPB bukan mengelola proyek pembangunan biasa. Mereka mengelola dana darurat kemanusiaan. Setiap rupiah yang disalurkan adalah hak korban bencana: korban gempa, banjir, gunung meletus, dan kekeringan.

Jika di tengah proses penyaluran ada yang mengambil keuntungan, maka yang dirugikan secara langsung adalah warga yang kehilangan rumah, harta benda, bahkan keluarga.

Kehadiran Sestama — pejabat nomor dua di BNPB — dalam daftar tertangkap tangan menunjukkan dugaan praktik ini tidak sekadar pelanggaran prosedur di tingkat bawah, melainkan menyentuh struktur pimpinan tertinggi pengelolaan anggaran bencana nasional.

Kronologi

*  Sebelum 13 Oktober 2026 KPK menerima informasi dari masyarakat dan memulai penyelidikan tertutup terkait dugaan suap/gratifikasi di proyek pengadaan BNPB

* Selasa, 13 Oktober 2026 Dini hari Tim gabungan KPK melakukan penyergapan serentak di beberapa lokasi: kantor BNPB, kediaman tersangka, dan lokasi usaha rekanan

* Selasa, 13 Oktober 2026 — Pagi Sebanyak 14 orang diamankan dan dibawa ke gedung KPK untuk pemeriksaan awal. Barang bukti uang tunai dan emas disita

* Selasa, 13 Oktober 2026 siang  Budi Prasetyo, Plt. Juru Bicara KPK, mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada awak media di Bantul, Yogyakarta

Hingga saat ini Proses penyelidikan berjalan. Penetapan status tersangka dan rincian pasal akan diumumkan setelah pemeriksaan awal selesai. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Israel Melarang Pesawat Kargo Ethiopia Mendarat, karena Pilotnya Warga Indonesia

13 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Desak Penutupan 23 Pabrik Rokok Ilegal, Massa LSM Lempari Telur Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan

13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Suasana Memanas, Bentrok Massa AMPB Vs LSM Aksi Pati Bangkit di Halaman PN

13 Oktober 2026 - 21:17 WIB

TMMD Ke 130 Buka Akses Desa Klitih Plandaan: Bangun Jalan Rabat Beton 1.338 M, 10 RLTH dan 6 WC Umum

13 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dinkop-UMK Beri Pelatihan 302 Personel Pengawas KDMP Jombang

13 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Senin 12 Oktober 2026: Gempa Siang Mag 4.1, Gempa Sore Mag 4.6 di Blitar Selatan

13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Menelisik Akar Terorisme (67): Jenderal Sherman Memaklumkan Derita Tiap Rumah Tangga

13 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Hari Purnomo: 211 KDMP di Jombang Selesai 100 %, 88 Unit Telah Beroperasi di Bawah PT Agrinas

12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Jombang Bersholawat Bersama Gus Iqdam, Aribawa Tjahjadi: Dishub Dukung 30 Personel dan 3 Stang Lampu Tambahan

12 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Trending di News